M Lutfhi: Tunggu Rupiah Stabil, Investor Tunda Investasi

M Lutfhi: Tunggu Rupiah Stabil, Investor Tunda Investasi

- detikFinance
Senin, 29 Agu 2005 16:15 WIB
Jakarta - Seiring melemahnya nilai tukar rupiah, banyak investor yang akhirnya menunda investasi untuk menunggu hingga rupiah stabil. Sembari menunggu, investor akan menghitung ulang investasinya terutama di sektor yang banyak modal kapital.Hal tersebut disampaikan Ketua BKPM M Lutfhi di sela-sela ASEAN Young Enterpreneur Caucus (AYEC) di Plasa Crown, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (29/8/2005)."Berbicara mengenai investasi menyangkut dua koefisien yaitu nilai dan risiko. Harga berubah tentunya mereka harus menghitung ulang. Tapi selain itu tidak ada masalah struktur atau fundamental yang banyak berubah," kata Lutfhi.Di tengah kenaikan harga BBM dan naiknya minyak dunia sejak semester II-2004, realisasi investasi pada semester I-2005 mencapai 69,5 persen, yang berarti ada kenaikan investasi asing hampir 70 persen dibanding semester I tahun lalu. Menurut Lutfhi, hal ini membuktikan bahwa mereka konsisten dan Indonesia kembali menjadi tujuan investasi asing. Dijelaskan Lutfhi, dalam jangka pendek, investasi asing yang menggunakan dolar lebih menguntungkan karena harga pada hari ini lebih rendah dibanding saat penandatanganan investasi. Untuk jangka panjang, hasil keuntungan juga perlu direpatriasi ke mata uang asing. "Itu artinya zero sum gain," ujarnya. Lutfhi menambahkan, melemahnya rupiah justru membuat produk Indonesia lebih kompetitif. Ia mencontohkan, baht Thailand melemah 6 persen, sementara rupiah melemah 10 persen. "Artinya produk Indonesia lebih kompetitif 4 persen dibanding Thailand," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads