Pasar Saham Tunggu Mukjizat
Selasa, 30 Agu 2005 09:55 WIB
Jakarta - Pasar saham masih akan terus babak belur seiring terus merosotnya nilai tukar rupiah mendekati level Rp 11.000 per dolar AS dan harga minyak yang terus meroket.IHSG pada perdagangan Selasa (30/8/2005) diprediksi akan terus bergerak di teritori negatif setelah berhasil melorot di bawah level 1.000 pada perdagangan kemarin. Pelaku pasar kian menjerit setelah portofolio sahamnya terus mengalami penurunan tajam. Mereka akhirnya memilih untuk cut loss sahamnya. Para analis pun tidak berani memberi rekomendasi beli saat ini.Ketidakpastian di pasar masih muncul seiring belum adanya langkah konkret dari Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat rupiah. Dampaknya, rupiah bergerak kian liar mendekati level Rp 11.000 per dolar AS. Pada perdagangan kemarin, IHSG untuk pertama kalinya pada tahun ini kembali merosot di bawah level 1.000. IHSG bahkan sempat anjlok hingga 67,882 poin, sebelum akhirnya ditutup 'hanya' anjlok 54,104 poin pada level 994,770.
(qom/)











































