Astra Naikkan Harga Mobil
Rabu, 31 Agu 2005 17:26 WIB
Jakarta -
PT Astra International Tbk berencana menaikkan harga jual produk otomotifnya. Namun berapa kenaikannya, Astra masih merahasiakan. Yang pasti, kenaikan itu dinilai masih dalam tahap yang wajar dan bisa diterima masyarakat. "Kita memang berencana menaikkan harga setelah melihat harga baja, minyak yang terus naik. Namun kenaikan ini tidak serta merta karena melemahnya rupiah, tapi terutama karena meningkatnya bahan baku," kata Dirut Astra Michael D. Ruslim dalam paparan publik di kantornya, Sunter, Jakarta, Rabu (31/8/2005).Michael menjelaskan, menghadapi fenomena kenaikan dolar yang fluktuatif, Astra tidak akan bereaksi untuk jangka pendek. "Karena kita percaya pelemahan rupiah ini hanya berlangsung short term 3-6 bulan karena untuk jangka panjang kamu melihat fundamental ekonomi cukup baik," kata Michael.Meski menaikkan harga, namun Astra optimistis target penjualan mobil tahun 2005 tidak akan berubah. Ini terlihat dari penjualan mobil nasional per Juni 2005 yang mencapai 295 ribu unit dan per Juli 2005 mencapai 345 ribu unit. "Sehingga pada akhir tahun target penjualan mobil nasional masih akan tercapai," ujar Michael. Pelemahan rupiah juga tidak akan menyurutkan minat investasi Astra Grup dengan terus memantau kondisi ekonomi yang ada. Investasi yang akan dilakukan terutama pada empat sektor yakni Infrastruktur, alat berat, otomotif, dan perkebunan. Saat ini 70 persen pendapatan Astra masih didominasi dari otomotif dan pembiayaanm otomotif. Sedangkan sisanya 30 persen dari alat berat, perkebunan dll. Menurut Michael, komposisi seperti ini diperkirakan terus bertahan dalam lima tahun ke depan. Astra akan melakukan restrukturisasi dengan Isuzu yang merupakan dealer utama Astra. Proses restrukturisasi ini akan dilakukan sehubungan dengan akuisisi yang dilakukan General Motor dengan Isuzu yang ada di Jepang. "Kita sudah melakukan pembicaraan. Tapi kapan restrukturisasi dan bentuknya seperti apa, itu masih dalam pembicaraan jangka panjang, belum ada keputusan," ujarnya.
(qom/)










































