Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Des 2018 17:00 WIB

Bos Bank Mandiri Pede Dolar AS Balik ke Rp 14.000

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Dolar AS/ Selfie Miftahul Jannah Foto: Dolar AS/ Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo meyakini dolar Amerika Serikat (AS) bakal berada di posisi Rp 14.000 di akhir tahun. Artinya, rupiah masih punya peluang untuk menguat.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Rabu malam (5/12/2018).

"Ekspektasi Rp 14.000 sampai akhir tahun," kata dia.


Kartika menerangkan, penguatan rupiah belakangan ditopang oleh arus modal di pasar saham. Rupiah yang kemudian melemah disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) investor.

"Ini kan penguatan jangka pendek lebih didorong portofolio inflow di equity, naik turun, naik turun karena kan orang profit taking juga biasalah, tapi kan trennya membaik," kata dia.


Menurut Kartika, rupiah cenderung stabil dan menguat jangka menengah. Defisit transaksi berjalan diperkirakan membaik karena harga minyak dunia menurun. Dia yakin, defisit transaksi berjalan di bawah 3% hingga akhir tahun.

Lalu, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV akan membaik. Hal itu terlihat dari akselerasi pertumbuhan kredit bank.

"Harapannya juga sentimen inflow semakin besar dalam jangka menengah," katanya.

Bank Indonesia (BI), kata dia, juga telah beberapa kali menaikkan suku bunga acuan. Hal itu memicu aliran dana masuk. Serta, ditambah penilaian dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional yang menyatakan rupiah sudah terlalu murah.

"Semua memberikan sinyal asetnya secara pricing sudah bagus mulai beli lagi," tutupnya.

Mengutip perdagangan Reuters, dolar AS pukul 11.38 siang ini tercatat Rp 14.539. Rentang gerak dolar cukup jauh dari level Rp 14.373 hingga Rp 14.542. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed