Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Des 2018 17:52 WIB

Perang Dagang AS-China Bisa Bikin Rupiah Menguat, Asal.....

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pemerintah mesti bisa memanfaatkan momentum perang dagang Amerika Serikat (AS)-China untuk menarik dolar ke Indonesia. Dengan pasokan dolar yang melimpah maka rupiah menguat.

Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual menerangkan, pemerintah bisa memanfaatkan perang dagang untuk memperbaiki kemudahan investasi dalam negeri. Dengan begitu, investor semangat menanamkan modal di Indonesia.

"Window opportunity kesempatan memperbaiki kondisi struktural apa, kemudahan berbisnis di Indonesia. Kemudahan perizinan, pembebasan lahan, itu isu-isunya itu aja. Konsistensi kebijakan kita pusat daerah, bagaimana membuat paket yang menarik bagi investor. Bagaimana mengundang FDI (foreign direct investment) yang orientasinya ekspor," kata dia kepada detikFinance, Kamis (6/12/2018).


Menurut David, perang dagang menimbulkan dampak adanya relokasi usaha ke negara-negara ASEAN. Indonesia, kata dia, hanya mendapatkan bagian sedikit karena kalah dengan negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia.

"Indonesia kan kebagian dikit nih, kebanyakan Thailand, Vietnam, Malaysia. Ini lebih jangka panjang, stabil, dibanding hot money," ujarnya.

"(Vietnam) Dia lebih mudah (berbisnis), lahan disediakan oleh pemerintah, sewa murah, bahkan mungkin nggak usah sewa, 30 tahun nggak usaha bayar, yang penting serap tenaga kerja, ekspor naik. Mereka sinergilah. Thailand Malaysia sama, apa yang kita tawarkan?"terangnya.


Untuk jangka pendek, pemerintah bisa mengambil peluang dengan mencari pendanaan berdenominasi dolar. Sehingga, pasokan dolar melimpah.

"Demand masih cukup bagus untuk instrumen financial Indonesia, jadi dimanfaatkanlah mumpung demand kuat bisa itu bisa nambah supply pasokan valas di pasar," tutupnya.



Tonton juga ' G20 Gagal Cairkan Ketegangan Perang Dagang ':

[Gambas:Video 20detik]

Perang Dagang AS-China Bisa Bikin Rupiah Menguat, Asal.....
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed