Kalbe Farma Belum Berniat Revisi Target Pendapatan 2005

Kalbe Farma Belum Berniat Revisi Target Pendapatan 2005

- detikFinance
Kamis, 01 Sep 2005 12:06 WIB
Jakarta - Di tengah anjloknya rupiah, PT Kalbe Farma Tbk belum akan merevisi target pendapatannya pada tahun 2005. Perseroan baru akan mengambil keputusan setelah rupiah stabil."Belum ada rencana. Kita masih memantau. Kalau sudah stabil, kita baru bisa mengambil keputusan," kata Direktur Pemasaran PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady usai peluncuran obat untuk endometriosis di Hotel Four Seasons, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/9/2005).Perusahaan farmasi lainnya, PT Kimia Farma, sebelumnya memutuskan untuk merevisi target pendapatannya hingga 40 persen yakni dari semula Rp 100 miliar menjadi Rp 60 miliar. Keputusan itu diambil seiring anjloknya rupiah yang menyebabkan impor bahan baku menjadi mahal di samping juga turunnya daya beli masyarakat. Sebanyak 90 persen bahan baku Kimia Farma masih diimpor.Menurut Irawati, keputusan untuk tidak menaikkan harga disebabkan karena sebelumnya perseroan telah membuat rencana. "Soal harga walaupun rupiah tidak stabil, kita sudah membuat rencana jauh-jauh hari," ujarnya tanpa bersedia merinci lebih jauh.Penjualan Kalbe Farma hingga akhir tahun 2005 diperkirakan mencapai Rp 4,1 triliun atau tumbuh sekitar 18-20 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan sampai akhir Juni 2005 perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp 2,18 triliun atau tumbuh sekitar 33 persen dibanding periode sama tahun lalu. Laba bersih yang dibukukan per Juni 2005 mencapai Rp 311,2 miliar atau naik sekitar 40 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 197,7 miliar.Pada kesempatan tersebut, Kalbe Farma meluncurkan obat untuk mengatasi endometriosis dengan merek dagang Endrolin yang merupakan produksi dari perusahaan farmasi dari Argentina Eriochem. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads