BEJ: Langkah SBY Belum Sesuai Ekspektasi Pasar
Kamis, 01 Sep 2005 15:00 WIB
Jakarta - BEJ menilai langkah pemerintah dalam bidang ekonomi yang diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun dengan langkah yang tidak pasti itu, pasar modal tetap memiliki pegangan. Hal ini terkait dengan pernyataan pemerintah soal rencana kenaikan harga BBM. "Langkah itu belum sesuai ekspektasi pasar. Tapi paling nggak pasar modal sudah ada pegangan dan ada kepastian setelah Oktober harga BBM dinaikkan walaupun belum diberitahu berapa," kata Dirut BEJ Erry Firmansyah, di Gedung BEJ, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (1/9/2005). Kebijakan itu merupakan sinyal pemerintah berani menaikkan harga BBM walaupun secara bertahap. "Isu-isu lain seperti reshuffle kabinet tidak terlalu signifikan bagi pertumbuhan pasar saat ini," kata Erry.Faktor kenaikan BBM dan kurs rupiah merupakan faktor utama untuk mengembalikan posisi pasar. Walaupun kebijakan pemerintah tak sesuai ekspektasi, indeks saham hari ini tak separah yang diperkirakan kemarin. "Sesi kedua nanti akan membaik karena ada pegangan ke depan, yakni soal kenaikan harga BBM," ujarnya.Pada penutupan sesi I hari ini di pasar regular, IHSG turun 13,232 poin di level 1.036,858. Saat ini IHSG pada pukul 14.17 WIB masih tetap turun 9,104 poin di level 1.040,986.
(mar/)











































