Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Des 2018 19:17 WIB

Alasan Rupiah Menguat, BI: Perbankan dan Eksportir Lepas Dolar AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat masih mengalami pergerakan. Hari ini rupiah tercatat kembali ke posisi Rp 14.400-an sebelumnya bertengger di posisi Rp 14.500-an.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah penguatan rupiah yang cukup besar hari ini sebesar Rp 105 atau 0,71% ditopang oleh pelepasan valuta asing (valas) oleh perbankan yang bersumber dari pasokan valas investor asing dan eksportir.

Dia menyebut Bank Indonesia masih akan terus memberikan ruang penguatan terhadap Rupiah sesuai dengan mekanisme pasar.

"BI tetap mewaspadai dampak dari dinamika global yang dengan cepat berubah tersebut terhadap pergerakan kurs rupiah ini, dan akan mengambil langkah yang diperlukan dengan "instruments mix" yang dimiliki untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap rupiah tetap terjaga baik," kata Nanang di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Dia menjelaskan kepercayaan pasar terhadap rupiah hari ini sangat kuat, investor asing kembali masuk ke SBN dan saham setelah pasar keuangan global kembali mengalami "risk-on", yaitu kembali beralih ke aset aset finansial Emerging Market termasuk Indonesia. Pasar global mengalami "risk on" merespon positif atas dua penggerak utama pasar keuangan global.


Menurut dia pertama respon atas keinginan Presiden China untuk membicarakan lanjutan trade issues, rencana penurunan tarif import mobil dari AS oleh China dan aksi pembelian soybean untuk pertama kali oleh China dari US sebagai tindak lanjut pertemuan G20.

Langkah China lainnya yang direspon positif pasar adalah penundaan "Made in China 2025 initiative" yaitu rencana untuk mendominasi produk hi tech di tahun 2025 serta China akan membuka marketnya bagi perusahaan asing (termasuk USA). Hal tersebut sebagai upaya untuk menurunkan dominasi China dalam industri manufaktur, serta akan lebih terbuka terhadap foreign company di pasar China.

Kedua, pasar global juga merespon positif kemenangan PM Inggris, yang akhirnya memperoleh dukungan dengan memperoleh 200 suara vs 117 suara dalam kelanjutan mosi tidak percaya oleh Partai konservatif di parlemen dan mengamankan posisinya dalam 12 bulan ke depan.

"Meski demikian market melihat tantangan besar meloloskan kesepakatan Brexit di depan parlemen dan dengan Uni Eropa yang terlihat dari jumlah penentangnya di parlemen bertambah dari hasil voting tersebut," jelas dia.

Dari data Reuters hari ini perdagangan dolar AS ditutup Rp 14.480. Kemudian dari data kurs tengah BI tercatat Rp 15.436.

(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed