"Iyaa (bisa di bawah Rp 15.000), orang dalam beberapa hari ini situasinya (rupiah) tidak melemah malah menguat sedikit," kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Kamis malam.
Bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve akhirnya menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps). Bank sentral menaikkan kisaran target suku bunganya menjadi 2,25%-2,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Darmin, kenaikan suku bunga The Fed sudah diantisipasi oleh pelaku pasar. Sehingga, pelaku pasar sudah mengambil langkah terlebih dahulu sebelum bunga diumumkan naik.
"Artinya begini, itu kan sudah diprediksi dari kapan-kapan. Bahwa market itu kalau nggak ada yang mengagetkan dia nggak bertindak kaget. Jadi orang tahu itu akan terjadi ya sudah terjadi saja jangan dikira kecuali tahu-tahu di luar dugaan itu baru reaksinya agak besar," kata Mantan Gubernur Bank Indonesia itu.
Oleh karena itu, Darmin pun menduga bahwa nilai tukar rupiah akan terus membaik ke level yang lebih bagus. Apalagi, The Fed sudah tidak memiliki kesempatan menaikkan suku bunga acuannya di 2018.
"Jadi sudah jangan menduga duga setiap kali naik pasti goyang lemah. Kalau orang sudah menduga dari jauh-jauh hari mereka itu sudah prepare semua hitungannya sudah disetel dengan angka yang baru," ungkap dia.
(hek/ang)











































