Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Jan 2019 17:32 WIB

Sri Mulyani Sebut Dolar AS Dekati Rp 13.000-an karena APBN Apik

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi hari ini dikarenakan dampak positif dari realisasi APBN 2018. Dolar AS saat ini berada di level Rp 14.109 atau mendekati Rp 13.000an.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan negara hingga akhir Desember 2018 tembus 102,5% atau setara Rp 1.942,3 triliun atau 102,5% dari target APBN yang sebesar Rp 1.894,7 triliun.

"Hari ini tentu karena kita by the end of the year 2018 kita baik posisi APBN bagus momentum growth bagus, stabilitas bagus, maka ini menimbulkan posisi Indonesia yang berbeda dengan negara-negara yang selama ini mengalami volatilitas dan vulnerabilitas lebih tinggi sehingga kita bisa gain (meningkat) atau bisa mendapatkan manfaat dalam bentuk capital inflow," kata Sri Mulyani di Komplek Istana, Jakarta, Senin (7/1/2019).


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku akan tetap memantau pergerakan global yang masih penuh ketidakpastian dan akan berdampak pada perekonomian nasional di 2019.

"Kita juga terus melakukan kewaspadaan perubahan bisa terjadi tapi perubahan dari sisi arah kebijakan di AS apakah federal reserve apakah perdagangan, politik perdagangan AS terhadap RRT (China) itu semua akan menjadi faktor dinamis yang harus kita lihat," ungkap dia.

(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com