Pefindo Naikkan Peringkat Astra Rent Car
Selasa, 13 Sep 2005 14:17 WIB
Jakarta - Meningkatnya kinerja dan bertahannya dominasi perseroan sebagai perusahaan penyewaan mobil, membuat peringkat (rating) PT Serasi Auto Raya naik.Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) meningkatkan rating perusahaan yang terkenal dengan merek dagang TRAC-Astra Rent a Car dari BBB+ (triple B plus) menjadi A- (single A Minus). "Kenaikan peringkat tersebut untuk perusahaan dan obligasi kesatu tahun 2003 senilai Rp 300 miliar," kata Hendro Utomo, analis Pefindo dalam penjelasan tertulis, Selasa (13/9/2005).Dijelaskan, peningkatan rating ini mencerminkan profil armada perusahaan yang terus tumbuh. Selain itu perusahaan juga mampu mempertahankan dominasi di industri penyewaan mobil dan kuatnya arus kas yang dimiliki.Sampai Juni 2005, kegiatan usaha perusahaan didukung oleh 10.478 unit mobil dan 650 unit sepeda motor. Tersebar di 20 cabang dan 38 outlet yang dibantu oleh 527 bengkel profesional.Mayoritas pemegang saham perseroan sebesar 99,9975 persen dimiliki oleh PT Astra Internasional Tbk dan sisanya 0,0025 persen oleh PT Arya Kharisma.Peringkat Bukopin TetapPefindo juga menegaskan kembali peringkat perusahaan BBB+ (triple B plus) untuk Bank Bukopin.Peringkat BBB+ ini juga berlaku untuk obligasi kedua yang dikeluarkan tahun 2003 senilai Rp 319 miliar dan obligasi syariah tahun 2003 sebesar Rp 45 miliar.Sedangkan untuk obligasi subordinasi berjangka waktu 10 tahun sebesar Rp 236 miliar bertahan dengan peringkat BBB (triple B).Dijelaskan, peringkat yang diperoleh Bank Bukopin mencerminkan franchise perusahaan yang kuat di pasar koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM).Selain itu juga karena kualitas aset yang terjaga baik serta kecukupan modal yang dimiliki. Namun terbatasnya profitabilitas perusahaan masih memperlemah peringkat yang dimiliki Bukopin. Saat ini pemegang saham Bank Bukopin adalah Kopelindo sebesar 47,8 persen, Pemerintah Indonesia 21,7 persen, Yanatera Bulog 14,4 persen, Kopkapindo 8,8 persen, Inkud 4,7 persen dan lain-lain 2,6 persen.
(ir/)











































