IFC Alokasikan 50% Investasinya ke Sektor Finansial RI

IFC Alokasikan 50% Investasinya ke Sektor Finansial RI

- detikFinance
Selasa, 13 Sep 2005 15:27 WIB
Jakarta - International Finance Corporation (IFC) selama tahun fiskal 2005-2006 akan menginvestasikan dana hingga US$ 200-250 juta. Dari jumlah tersebut, 50 persennya dialokasikan ke sektor keuangan dan perbankan. Dan pada tahun-tahun selanjutnya, IFC akan menanamkan investasinya ke Indonesia hingga US$ 325 dan 350 juta."Kita tidak akan mengubah target investasi kita berkaitan dengan gejolakekonomi Indonesia dua minggu lalu," kata country manager IFC German Vegarra dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2005). Mengenai besarnya alokasi untuk sektor keuangan tersebut, German mengatakan bahwa hal itu disebabkan karena sektor tersebut cukup menggiurkan. "Kita masih melihat ruang untuk berkembang di sektor itu," tegas German.Saat ini IFC memiliki sejumlah saham di Bank NISP dan Bank Buana. Sedangkan untuk sektor pembiayaan, IFC memiliki saham di ANZ dan WOM Finance. IFC juga berencana untuk melakukan program pengembangan jejaring kerja untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Program yang dilakukan adalah membangun sistem informasi online untk mempermudah anggota Asosiasi Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) untuk saling bertukar informasi."Sebelumnya Perbarindo secara berkala bertemu untuk bertukar informasi. Melalui program ini, hal itu akan lebih aman dan cepat," ujar German.Saat ini IFC telah menginvestasikan US$ 30 ribu untuk pengembangan sistemcustomer online information network (COIN). (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads