Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Jan 2019 16:21 WIB

Jual Saham Inter Milan Buat Beli VIVA? Erick Thohir: Spekulasi Saja

Danang Sugianto - detikFinance
Erick Thohir/Foto: Agung Pambudhy Erick Thohir/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Erick Thohir diketahui telah menjual sahamnya di Inter Milan. Kemudian muncul isu bahwa uang itu digunakan untuk membeli saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA).

Isu itu langsung ditepis oleh pemilik Mahaka Group itu. Dia menjelaskan bahwa saat ini dia hanya memiliki saham di PT Intermedia Capital tbk (MDIA) perusahaan yang memiliki stasiun televisi ANTV.

"VIVA kan saya enggak ada ikutan. Saya kan di ANTV sebagai Dirut dan punya saham di ANTV. Di VIVA kan enggak punya. Kan udah enggak menjabat apa-apa di VIVA," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/1/2019).


Dia juga menegaskan, bahwa dirinya belum ada rencana untuk membeli saham VIVA. Menurutnya itu hanya gosip pasar belaka.

"Sama juga ketika waktu itu digosipkan saham Republika, Mahaka melambung enggak ada apa-apa kok. Ini kan spekulasi saja, orang melihat. Tetapi ingat, jangan juga disambungkan antara politik dan bisnis karena ada masanya dan Erick Thohir juga ingin cepat-cepat kembali ke dunia usaha," tegasnya.

Saat isu itu bergulir, saham VIVA sempat melonjak ke level Rp 195. Namun hari ini saham VIVA kembali anjlok ke level Rp 170 per lembar saham.

"Saya rasa kalau saham VIVA atau saham Mahaka waktu itu naik kan memang karena ada spekulasi pasar. Tidak ada hubungan dengan saya," ujarnya.


Erick menjual saham Inter Milan ke LionRock Capital sebesar 31,05%. Media-media di Italia menyebutkan bahwa tebusan untuk saham itu sekitar 150 juta euro atau setara Rp 2,4 triliun.

Dia mengaku, uang itu sebagian untuk mengembalikan modal pribadinya serta membayar utang. Sebab dia mengakui bahwa setiap investasinya di luar negeri sebagian dibiayai dari utang.

"Sebagian bayar utang, sebagian ya balikin ekuitas. Kan yang namanya beli-beli iu kan pasti banyak utangnya tidak mungkin ekuiti semua. Bangun stadion di luar negeri nggak mungkin pure equity pasti ada utangnya," akunya. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com