Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Feb 2019 17:18 WIB

Tetap Buka saat Libur Imlek 2019, Perusahaan Harus Siapkan Hal Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: detik Foto: detik
Jakarta - Tahun Baru China atau Imlek merupakan hari raya yang paling dinantikan oleh warga China di seluruh dunia. Imlek sangat menggembirakan bagi warga China tapi tidak bagi mitra bisnisnya.

Dalam merayakan Imlek, biasa warga Cina juga merayakan festival selama berhari-hari. Bagi bisnis, hal ini sering kali menjadi waktu yang cukup mengganggu.

Perayaan Imlek ini tidak hanya penting bagi masyarakat di Cina daratan, Hong Kong, dan Taiwan, tetapi juga di daerah dengan diaspora China yang cukup banyak, seperti Singapura dan beberapa Negara Asia lainnya termasuk Korea Selatan dan Vietnam.

Bagi pengusaha asing yang memiliki bisnis di negara-negara tersebut, atau bekerja sama dengan perusahaan China, tentu perlu menyiapkan perencanaan dan strategi lebih lanjut. Khususnya yang berkaitan dengan produksi, pembayaran, rantai pasokan, dan keberlangsungan bisnis.

Melansir China Briefing, berikut 3 hal yang wajib diketahui para investor dan pengusaha tentang Imlek.

1. Migrasi massal

Perayaan Tahun Baru China didasarkan pada gagasan berkumpul dan kebersamaan. Gagasan inti ini memicu salah satu migrasi manusia terbesar di dunia.

Ratusan juta orang berhenti bekerja dan tiba-tiba membanjiri jalan-jalan Tiongkok dan jaringan transportasi umum. Mereka pulang ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama keluarga mereka.

Menurut Laporan Prediksi Tahun Baru China 2019 akan ada lebih dari 400 juta orang akan pulang kampung, dengan sekitar 7 juta dari mereka yang melakukan perjalanan internasional.

Kota-kota besar di China seperti Shanghai dan Beijing akan mengalami migrasi massal. Kota-kota ini dipenuhi oleh pekerja dari berbagai provinsi yang akan pulang selama secara bersamaan.

Mengingat tren tersebut, saran yang terbaik adalah menghindari bepergian ke China untuk bisnis selama, atau sekitar periode Tahun Baru China.


2. Banyak Perusahaan Libur

Lantaran adanya migrasi besar-besaran, banyak jalanan benar-benar kosong dan semua bisnis ditutup sementara.

Banyak pabrik, bisnis, bank, dan sekolah akan ditutup menjelang festival. Implikasi bisnis dari Tahun Baru China akan berakhir pada hari kedelapan liburan. Sementara festival berakhir, sering kali perlu beberapa hal untuk sepenuhnya kembali normal lagi.

3. Persiapan Strategi Bisnis Sebelum Perayaan

Penting untuk menyadari bahwa efek Tahun Baru China akan terasa jauh sebelum hari H. Perusahaan akan mulai meredakan bisnis mereka seminggu atau lebih sebelum hari pertama festival perayaan Imlek.

Siapkan stok persediaan. Untuk memastikan bahwa operasi bisnis tidak terpengaruh, manajer inventaris harus memastikan mereka memperoleh jadwal rinci tanggal pembukaan dan penutupan jauh sebelum Tahun Baru China dan memesan stok yang cukup untuk melihat bisnis mereka selama periode liburan.

Perusahaan asing juga harus mengingat bahwa libur Tahun Baru Imlek adalah salah satu festival belanja terbesar tahun ini, sebanding dengan musim Natal di luar negeri.

Lalu lakukan kontrol kualitas. Ketika produksi pra-festival ditingkatkan untuk mengisi kesenjangan di tahun baru dan tekanan pada pemasok meningkat, kualitas produk sering kali dapat menurun.

Untuk menghindari hal ini, disarankan untuk meningkatkan pemantauan dan komunikasi pada bulan-bulan menjelang, dan sesudahnya.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed