Khawatir Dampak Kenaikan BBM, IHSG Terperosok 27 Poin
Rabu, 14 Sep 2005 16:58 WIB
Jakarta -
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap timbulnya gejolak sosial sehubungan dengan rencana kenaikan harga BBM pada awal Oktober ini, membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (14/9/2005) kembali terperosok ke level 1.058,627 dengan penurunan sebesar 27,117 poin.Pelaku pasar bersiap-siap melakukan antisipasi kenaikan harga BBM dengan melepas sejumlah saham blue chip. Pasalnya, kenaikan harga BBM kali ini diperkirakan cukup tinggi dan bisa menimbulkan resistensi yang sangat dari masyarakat, sehingga berpotensi menggangu stabilitas politik."Gejolak sosial yang ditandai dengan penolakan kenaikan harga BBM bisa mengganggu kestabilan politik dan keamanan, karena kenaikan harga BBM kali ini diperkirakan cukup besar, makanya pasar buru-buru mengantisipasinya," kata Alfiansyah, analis dari PT Sinarmas Securities, Rabu (14/9/2005).Pasar juga menyoroti rencana sidang Bank Sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) pada 21 September. Sidang itu, menurut Alfian, diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga the fed yang saat ini sebesar 3,5 persen."Kedua faktor inilah yang dijadikan momentum profit taking, sehingga stabilnya rupiah dan turunnya harga minyak dunia tidak berpengaruh lagi," kata Alfian.Indeks LQ-45 turun 7,325 poin pada level 230,803, Jakarta Islamic Index (JII) turun 6,237 poin pada level 177,588, Main Board Index (MBX) turun 8,014 poin pada level 287,115 dan Development Borad Index (DBX) turun 2,993 poin pada level 223,512.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 14.093 kali, pada volume 2.153.733 lot saham senilai Rp 1,118 triliun. Sebanyak 25 saham naik, 98 saham turun dan 241 saham stagnan.Saham-saham sektor infrastruktur mendominasi penurunan harga di top loser antara lain Semen Gresk (SMGR) turun Rp 700 menjadi Rp 17.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 10.650, Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 5.050, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 225 menjadi Rp 3.825 dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 175 menjadi Rp 2.925.Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain Hero Supermarket (HERO) naik Rp 175 menjadi Rp 6.250, International Nickel (INCO) naik Rp 150 menjadi Rp 14.600, Bank Negara Indonesia (BBNI) naik Rp 30 menjadi Rp 1.580, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 25 menjadi Rp 4.300 dan Tunas Ridean (TURI) naik Rp 20 menjadi Rp 700.Untuk perdagangan Kamis besok (15/9/2005), Alfian memperkirakan penurunan indeks masih akan berlanjut. "Sudah dua hari ini indeks turun tajam, sehingga sulit untuk saat ini keluar dari teritori negatif," ujarnya.
(ir/)










































