Obligasi Anjlok, Emiten Ramai-ramai Lakukan Buy Back

Obligasi Anjlok, Emiten Ramai-ramai Lakukan Buy Back

- detikFinance
Kamis, 15 Sep 2005 12:11 WIB
Jakarta - Turunnya harga obligasi sebagai imbas redemption reksa dana memberikan peluang kepada emiten untuk membeli kembali obligasinya (buy back) dengan harga di bawah par (100 persen). Pembelian kembali tersebut memberikan keuntungan karena bisa mengurangi beban bunga.Sejumlah emiten terlihat giat melakukan buy back sejak awal September 2005 saat pasar obligasi terpuruk. Selain korporasi, pemerintah juga memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan buy back surat utang negara (SUN). Beberapa institusi memanfaatkan turunnya harga SUN untuk menambah portofolionya antara lain perbankan, dana pensiun dan asuransi. "Kalau perusahaan memiliki dana yang cukup, ini saatnya melakukan buy back karena harga yang didapat bisa jauh di bawah par," kata Kahlil Rowter, Head of Research PT Mandiri Sekuritas kepada detikcom, Kamis (15/9/2005).Buy back yang dilakukan sejumlah emiten, menurut Kahlil, merupakan strategi yang tepat untuk menekan beban kewajiban perusahaan yang harus dibayar sampai jatuh tempo. Kahlil memperkirakan, buy back yang dilakukan emiten berasal dari penjualan reksa dana oleh manajer investasi yang melepas portofolionya untuk membayar dana ke nasabah.Turunnya harga obligasi ini juga seiring dengan anjloknya harga SUN. Rata-rata dalam dua pekan terakhir harga SUN untuk FR 004 turun 2-2,5 persen dan FR 002 turun 3-4 persen. Sedangkan FR 023 yang jatuh tempo 2012 turun di harga 84 persen. "Untuk data obligasi korporasi agak sulit melihatnya, tapi kalau SUN terutama yang jangka panjang turun obligasi korporasi juga akan mengalami penurunan," ujar Kahlil. Berdasarkan data Bursa Efek Surabaya (BES), beberapa emiten yang melakukan buy back obligasi adalah PT Lautan Luas Tbk (LTLS) yang berencana melakukan buy back obligasi Lautan Luas II tahun 2003 Seri A sejumlah Rp 6 miliar melalui PT Samuel Sekuritas dan sebesar Rp 7 miliar melalui PT Trimegah Sekuritas. PT Indosat Tbk (ISAT) melakukan buy back obligasi Indosat I tahun 2001 Seri A sebesar Rp 48,5 miliar, sehingga obligasinya berkurang menjadi Rp 778,7 miliar. PT Semen Gresik Tbk juga telah melakukan buy back untuk obligasi Semen Gresik I tahun 2001 sebesar Rp 13 miliar.Sedangkan Tunas Financindo melakukan buy back obligasi PT Tunas Financindo Sarana I tahun 2003 sebesar Rp 100 miliar dengan bunga obligasi 14,5 persen. Obligasi Tunas akan jatuh tempo pada 29 Mei 2006. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads