Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Feb 2019 16:05 WIB

Gubernur BI Pede Rupiah Masih Bisa Menguat Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo/Foto: Lamhot Aritonang Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa hari terakhir fluktuatif. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan saat ini rupiah masih undervalue atau di bawah nilai fundamentalnya namun cenderung stabil.

Perry memproyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tahun ini akan bergerak stabil dan sesuai dengan mekanisme pasar.

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan cenderung stabil, tapi masih undervalue, tapi kemungkinan rupiah itu akan menguat dan itu bisa terjadi," kata Perry di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).


BI mencatat nilai tukar rupiah pada kuartal IV-2018, secara point to point menguat sebesar 3,63% dibandingkan dengan level akhir triwulan III-2018, ditopang NPI yang mencatat surplus.

Penguatan rupiah berlanjut pada Januari 2019 yang mencapai 2,92% dan terus terjadi pada Februari 2019. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) atau kurs tengah BI, hari ini rupiah bergerak cukup stabil yakni berada di posisi Rp 14.057 per dolar AS, sedikit melemah dibandingkan kemarin yang berada di posisi Rp 14.055 per dolar AS.

"Tren penguatan Rupiah pada awal 2019 ditopang aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik seiring terjaganya fundamental ekonomi domestik dan tetap tingginya daya tarik aset keuangan domestik serta berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global," imbuh dia.


Tonton juga video 'Rupiah Mulai Perkasa, Jokowi: BI Keluarkan Taringnya':

[Gambas:Video 20detik]


Gubernur BI Pede Rupiah Masih Bisa Menguat Lagi
(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com