Realisasi Investasi Asing US$ 7 M

Hingga Agustus

Realisasi Investasi Asing US$ 7 M

- detikFinance
Senin, 19 Sep 2005 13:46 WIB
Jakarta - Realisasi investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) selama Januari-Agustus 2005 berdasarkan izin usaha tetap (IUT) mencapai US$ 7,284 miliar untuk 633 proyek. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 2,710 miliar untuk 350 proyek. Demikian pengumuman realisasi investasi yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (19/9/200). Sedangkan realisasi investasi untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang telah dikeluarkan BKPM berdasarkan IUT, periode Januari-Agustus 2005 sebanyak 151 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp 11,061 triliun. Lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 9,628 triliun. Realisasi penggunaan tenaga kerja untuk PMDN sampai Agustus 2005 mencapai 70.860 orang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 30.095 orang.Jumlah realisasi tenaga kerja untuk PMA lebih besar, yakni sebesar 108.861 orang, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 91.238 orang.Sektor realisasi investasi PMA yang menonjol adalah transportasi, gudang dan komunikasi senilai US$ 2,098 miliar dengan 41 proyek, industri kimia dan farmasi senilai US$ 1,091 miliar dengan 32 proyek, konstruksi senilai US$ 888,2 juta sebanyak 24 proyek, industri karet dan plastik senilai US$ 383,8 juta sebanyak 20 proyek dan industri makanan senilai US$ 375,2 juta sebanyak 31 proyek. Lokasi investasi asing terfavorit adalah DKI Jakarta senlai US$ 3,032 miliar sebanyak 237 proyek, Jawa Barat senilai US$ 2,256 miliar sebanyak 143 proyek, Jawa Timur senilai US$ 559,8 juta sebanyak 31 proyek, Banten senilai US$ 545,5 juta sebanyak 52 proyek dan Sumatera Selatan senilai US$ 125 juta sebanyak 4 proyek. Untuk PMDN nilai realisasi investasi yang menonjol adalah industri makanan senilai Rp 2,624 triliun (27 proyek), industri kimia dan farmasi senilai Rp 1,493 triliun (12 proyek), industri tekstil senilai Rp 1,317 triliun (17 proyek), tanaman pangan dan perkebunan senilai Rp 1,201 triliun (8 proyek) dan pertambangan senilai Rp 975,2 milyar (2 proyek).Lokasi investasi favorit dari pengusaha lokal adalah Jawa Barat senilai Rp 2,355 triliun (40 proyek), DKI Jakarta senilai Rp 1,481 triliun (17 proyek), Riau senilai Rp 1,086 triliun (10 proyek), Banten senilai Rp 1,031 triliun (18 proyek) dan Jawa Timur senilai Rp 1,020 triliun (15 proyek). BKPM telah menyetujui persetujuan rencana investasi PMDN periode Januari-Agustus 2005 sebanyak 145 proyek dengan nilai rencana investasi sebesar Rp 33,286 triliun. Di samping itu terdapat juga 79 proyek persetujuan rencana investasi perluasan usaha PMDN yang sudah ada, dengan nilai investasi sebesar Rp 9,852 triliun. Sedangkan persetujuan rencana investasi PMA periode Januari-Agustus 2005 sebanyak 1.062 proyek dengan nilai rencana investasi sebesar US$ 7,284 miliar. Terdapat 256 proyek persetujuan rencana investasi perluasan usaha perusahaan PMA yang sudah ada, dengan nilai rencana investasi sebesar US$ 2,114 miliar. Hal ini memperlihatkan bahwa Indonesia selain diminati oleh investor asing untuk melakukan investasi baru, perusahaan PMA yang sudah beroperasi di Indonesia juga tetap berkembang dan memperluas usahanya di Indonesia. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads