Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Feb 2019 10:36 WIB

Waskita Catatkan Laba Rp 4,6 T, Naik 9,9%

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Dok. Waskita.co.id Foto: Dok. Waskita.co.id
Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada tahun 2018 mencatatkan laba bersih (audited) sebesar Rp 4,6 triliun. Angka ini meningkat 9,9% dari tahun 2017 yang sebesar Rp 4,2 triliun.

Selain itu, Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,9% dari Rp 45,2 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 48,7 triliun pada tahun 2018. Demikian dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (28/2/2019).

Kinerja perseroan pun semakin membaik ketika pada tahun 2018 menerima pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah sebesar Rp 36,75 triliun. Pembayaran proyek tersebut diterima atas pembayaran Proyek Jalan Tol Batang-Semarang sebesar Rp 5,75 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp 3,9 triliun, proyek Tol Pasuruan-Probolinggo sebesar Rp 2,1 triliun, proyek Tol Salatiga-Kartasura sebesar Rp 2 triliun, proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (porsi VGF Tol Semarang-Batang) senilai Rp 1,96 triliun, penerimaan proyek lainnya sebesar Rp 18,23 triliun serta adanya pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp 2,8 triliun.


Waskita Karya juga telah menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur seperti Proyek LRT Sumatera Selatan, Proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta, Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur, Proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3 dan 4, Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang, Proyek Jalan Tol Batang-Semarang, Proyek Tol Salatiga-Kartasura, Proyek Jalan Tol Solo-Ngawi, Proyek Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Proyek Bandar Udara Ahmad Yani Semarang, Proyek Bandar Udara Kertajati dan Proyek Runway Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.

Kemudian sebagai bentuk komitmen Waskita Karya mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik dan profesional, maka dalam melaksanakan pekerjaan selalu mengedepankan aspek quality, health, safety, dan environment dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan standar operasional bermutu tinggi berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

(ara/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com