Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Feb 2019 13:44 WIB

Miliarder di China Berkurang 161 Orang dalam Setahun, Kenapa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta - Jumlah miliarder di China (Taiwan dan Hong Kong) berkurang sebanyak 161 orang pada 2018 lalu. Mengutip CNN, berdasarkan perusahaan riset Hurun Report penurunan ini terjadi karena pasar saham China yang bergejolak sehingga menimbulkan kerugian untuk para investor.

Tahun lalu pasar saham China anjlok lebih dari 25%. Hal tersebut karena pasar keuangan China terguncang atas isu perlambatan ekonomi dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Selain itu analis memprediksi pertumbuhan ekonomi China akan turun pada akhir 2019 ini.

Jumlah miliarder China kini tercatat 658 orang dari sebelumnya 819 orang. Jumlah ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan miliarder di AS sebanyak 584 orang.


Orang yang terdepak dari daftar miliarder China adalah CEO Tencent atau raksasa iternet di China, Ma Huateng. Kekayaan Ma merosot 19% menjadi US$ 38 miliar, karena saham Tencent yang merosot akibat kebijakan China. Kemudian Wang Jianlin dari Dalian Wanda Group, kekayaannya turun 37% dan tinggal US$ 17 miliar.

Meskipun ada yang tak lagi jadi miliarder, namun pendiri perusahaan e-commerce Alibaba, Jack Ma justru tahun ini mengalami peningkatan kekayaan menjadi US$ 39 miliar atau tumbuh 20% dibandingkan periode tahun sebelumnya.vPeningkatan ini terjadi karena meningkatnya nilai valuasi Ant Financial.



Selai nitu ada juga pemilik restoran terkaya di dunia, Zhang Yong yang diprediksi memiliki kekayaan US$ 8,8 miliar. Miliarder baru selanjutnya Zhang Yiming seorang pengusaha startup yang mendirikan ByteDance perusahaan yang memiliki aplikasi TikTok. Saat ini Zhang Yong memiliki kekayaan sekitar US$ 75 miliar. (kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com