Perdagangan Saham Masih Dibayangi Harga Minyak
Kamis, 22 Sep 2005 09:47 WIB
Jakarta - Transaksi saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (22/9/2005), masih akan dibayangi sentimen negatif dari tingginya harga minyak dunia. Setelah dua hari berturut-turut mengalami penurunan, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih flat dengan kecenderungan melemah.Pasar saham Indonesia belum lepas dari sejumlah sentimen negatif selain harga minyak dunia. Seperti kekhawatiran akan kasus flu burung yang belum mereda, termasuk melemahnya rupiah, yang belum akan membuat IHSG mengarah positif.Turunnya bursa utama dunia seperti indeks Dow Jones yang turun 103 poin pada penutupan Rabu (21/9/2005) dan Nikkei juga mendapat perhatian investor. Bursa dunia tak luput dari sentimen naiknya harga minyak dunia yang di Pasar AS telah mencapai level US$ 68,27 per barel.Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (21/9/2005) IHSG ditutup melemah 11,534 poin pada level 1.044,056. Penurunan indeks ini dipicu oleh langkah The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 0,25% persen menjadi 3,75 persen.
(ir/)











































