RI Dapat Jatah Investasi Terbesar Kedua IFC di Asia Timur
Kamis, 22 Sep 2005 16:44 WIB
Jakarta -
Indonesia menjadi pangsa pasar investasi terbesar kedua dari International Finance Corporation (IFC) di Kawasan Asia Timur. Untuk investasi terbesar IFC di kawasan ini masih diduduki oleh Cina.Demikian disampaikan Country Manager IFC untuk Indonesia dan Malaysia, German Vegarra dalam penjelasan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (22/9/2005).Vegarra mengatakan IFC telah memberikan komitmennya pada 40 proyek di 11 negara senilai US$ 3,7 miliar pada tahun fiskal 2005.Dari total investasi tersebut, IFC menempatkan investasinya di Cina sebesar US$ 999 juta, disusul Indonesia sebesar US$ 494 juta. Posisi selanjutnya diduduki Filipina dan Thailand masing-masing US$ 480 juta dan US$ 336 juta.IFC yang merupakan divisi sektor swasta dari Bank Dunia memiliki investasi yang termasuk sindikasi dengan pertumbuhan sebesar 6,2 persen menjadi US$ 811 juta. "IFC melakukan investasi hingga US$ 740 juta dari dana sendiri dan memobilisasi US$ 72 juta sindikasi pinjaman," katanya.Khusus untuk investasi di Indonesia, IFC telah memberikan komitmen sebesar US$ 167 juta pada tujuh perusahaan, termasuk sindikasi, atau naik 21 persen dibandingkan tahun lalu."Investasi kumulatifnya terbagi untuk pinjaman sebesar US$ 344,8 juta, ekuitas US$ 111,8 juta dan US$ 37,4 juta untuk produk garansi dan manajemen risiko," kata Vegarra."Kami yakin jika pemerintah dapat membuat keputusan-keputusan yang jelas dan membuat tindakan nyata untuk mendukung iklim investasi yang kondusif, maka target investasi IFC di Indonesia tersebut dapat tercapai," katanya.Untuk tahun fiskal 2005 pendapatan IFC ditargetkan mencapai US$ 1,95 miliar atau naik dibandingkan sebelumnya sebesar US$ 982 juta.Sampai dengan akhir Juni 2005, komitmen portofolio investasinya sebesar US$ 19,3 miliar atau naik 7,6 persen dibandingkan sebelumnya. IFC juga mengelola dana dari anggotanya sebesar US$ 5,3 miliar dalam bentuk sindikasi pinjaman.
(qom/)










































