BES Targetkan Transaksi Obligasi Ritel Rp 20-30 M Pada 2006
Jumat, 23 Sep 2005 13:17 WIB
Jakarta - Bursa Efek Surabaya (BES) akan menggenjot transaksi obligasi ritelnya. Jika saat ini transaksi obligasi ritel masih di kisaran Rp 5-10 miliar per hari, maka pada tahun 2006 diharapkan jumlahnya mencapai Rp 20-30 miliar per hari."Jumlah sebesar itu wajar karena masih baru. Tapi yang utama adalah bertumbuhnya jumlah investor yang masuk capital market. Kita akan kenalkan dulu obligasi, kalau sudah kenal baru kita kenalkan derivatif, saham atau reksadana secara bertahap," kata Direktur Perdagangan BES Guntur Pasaribu.Hal tersebut disampaikan Guntur usai RUPSLB di, Financial Club Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/9/2005). Guntur menambahkan, saat ini direksi BES sedang fokus untuk mensosialisasikan produk obligasi ritel. Produk yang baru berjalan dua bulan masih sangat berpotensi untuk dikembangkan. "Kita coba mengubah strategi sehingga masyarakat harus tahu terlebih dahulu cara investasi yang baik dan terukur," ujar Guntur. BES juga berharap terjadi peningkatan pemodal pada tahun depan hingga tiga kali lipat pemodal tahun ini sebanyak 300 ribu-an. Komisaris BaruDalam RUPSLB BES, Mochamad Aslim akhirnya ditunjuk sebagai Komisaris BES yang ditinggalkan Bastian Purnama untuk periode 2004-2007. Bastian sendiri kini menjadi Dirut BES.Aslim saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan, Operasi dan Administrasi Bahana Securities. "Saat ini anggota komisaris kita sudah kembali lengkap lima orang. Pak Aslim mewakili anggota bursa yang cukup berperan di BES yakni Bahana Securities," kata Guntur.
(qom/)











































