Penerbitan Obligasi Lebih Untung Ketimbang Kredit ke Bank
Jumat, 23 Sep 2005 14:12 WIB
Jakarta - Perusahaan atau emiten yang membutuhkan dana akan lebih untung jika menerbitkan obligasi ketimbang meminta kredit alias meminjam ke bank. Salah satunya, perusahaan akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam bidang keuangannya."Mencari permodalan dari pasar modal lebih efektif dari sisi jumlah maupun sisi jangka panjang," kata Direktur Perdagangan BES Guntur Pasaribu.Ia menyampaikan hal tersebut usai RUPSLB di Financial Club Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/9/2005).Dengan menerbitkan obligasi, kata Guntur, perusahaan bisa mendapatkan modal dengan jangka waktu pengembalian lima tahun. Sedangkan jika meminjam dari bank, pengembaliannya sekitar satu tahun. Hal ini membuat struktur permodalan emiten lebih leluasa untuk mengelola investasinya.Menurut Guntur, tingkat suku bunga obligasi yang ideal untuk obligasi korporasi rata-rata 3-4 persen di atas SBI. Sedangkan untuk surat utang negara (SUN) sebesar 2-2,5 persen di atas SBI.Guntur menyarankan agar perusahaan yang akan menerbitkan obligasi tidak memberikan tingkat bunga yang terlalu tinggi agar tidak memberatkan perusahaan tersebut."Kalau terlalu tinggi bunganya, bagi emiten juga berat. Nanti performa perusahaan jelek. Hal ini berpengaruh ke harga saham," tegas Guntur.Saat ini obligasi korporasi yang dicatatkan di BES mencapai Rp 61 triliun. Sedangkan obligasi pemerintah Rp 401 triliun.
(qom/)










































