Bakrie Telecom Lepas Saham ke Pasar Sebelum Akhir Tahun

Bakrie Telecom Lepas Saham ke Pasar Sebelum Akhir Tahun

- detikFinance
Senin, 26 Sep 2005 12:22 WIB
Jakarta - Hampir semua operator telekomunikasi di Indonesia nantinya akan menjadi perusahaan publik. Tak mau kalah dengan PT Exelcomindo Pratama Tbk yang akhir bulan ini tercatat di BEJ, PT Bakrie Telecom pun akan melenggang ke bursa sebelum akhir tahun 2005.PT Bakrie Telecom yang merupakan anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), telah mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 September 2005 untuk melaksanakan initial public offering (IPO).RUPSLB juga mengamanatkan agar perseroan, dalam hal ini PT Bakrie & Brothers Tbk, untuk mempertahankan mayoritas kepemilikannya. Bakrie merupakan pemegang saham mayoritas Bakrie Telecom sebanyak 78,63 persen. Pemengang saham lainnya adalah CMA Fund Ltd 21,34 persen dan Richweb Investment Ltd 2,94 persen."Satu bulan lagi atau sekitar akhir Oktober kita akan mengajukan prospektus IPO ke Bapepam. Kalau semua sesuai jadwal dan kondisi pasar kondusif sebelum akhir tahun, saham Bakrie Telecom sudah bisa dijual ke publik," kata Yuanita Rohali, Direktur Keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk kepada detikcom, Senin (26/9/2005).Saat ini, ujar Yuanita, pihaknya sedang mengkaji berapa besar saham yang akan dilepas tersebut. Namun menurutnya, bisa saja saham yang dilepas itu sekitar 15 atau 20 persen. "Belum selesai prospektusnya, jadi belum ada kepastian berapa jumlah saham yang dilepas," katanya.Perusahaan akan dibantu oleh beberapa pelaksana penjamin emisi yang salah satunya adalah PT Danatama Makmur Sekuritas. "Ada beberapa pihak yang akan membantu IPO ini, tapi kita masih belum signing," ujar Yuanita yang wajah cantiknya mirip dengan adiknya artis Alya Rohali ini.Dana dari hasil IPO ini kata Yuanita, akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi usaha dan pengembangan jaringan Bakrie Telecom yang terkenal dengan merek dagang Esia dan Ratelindo. Dijelaskan, Bakrie Telecom membutuhkan biaya investasi (capital expenditure/capex) tahun 2006 sebesar Rp 750 miliar."Tahun ini biaya investasinya kan dari right issue Bakrie & Brothers yang dialokasikan sebesar Rp 500 miliar. Untuk tahun depan dananya kita upayakan lewat IPO ini," papar Yuanita. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads