Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah siang ini berada di level Rp 14.215.
Pada perdagangan pre opening, IHSG menguat 16,966 poin atau 0,26% ke 6.485,721. Indeks LQ45 menguat 4,097 poin (0,40%) ke 1.023,132.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG berbalik melemah 1,061 poin (0,05%) ke 6.465. Indeks LQ45 masih menguat 0,026 poin (0,0%) ke 1.019.
Hingga sesi I berakhir, IHSG ditutup turun 7,2 poin (0,11%) di level 6.461,55. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,22 poin (0,02%) ke level 1.019,264.
Perdagangan saham ditransaksikan sebanyak 216.083 kali dengan nilai Rp 3,5 triliun. Sebanyak 162 saham menguat, 206 saham turun dan 130 saham tak berubah.
Baca juga: Pagi-pagi Dolar AS Loyo ke Rp 14.215 |
Sedangkan pada perdagangan (29/3) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona hijau, di mana Dow Jones naik 0,82%, S&P menguat 0,67% dan Nasdaq positif 0,78%. Penguatan ini ditopang oleh kemajuan perundingan dagang AS-China yang digelar di Beijing.
AS mengklaim perundingan dagang yang bertujuan menyelesaikan sengketa dagang antara kedua negara membuahkan hasil yang baik. Adapun untuk selanjutnya, pekan depan delegasi China yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Liu He akan melakukan kunjungan ke Washington untuk melanjutkan perundingan putaran berikutnya.
Perdagangan bursa saham Asia mayoritas bergerak positif siang ini. Berikut pergerakannya:
- Indeks Nikkei 225 naik 295 poin ke posisi 21.500,98
- Indeks Hang Seng bertambah 470 poin ke 29.521,49
- Indeks Komposit Shanghai naik 73 poin ke 3.163,85
- Indeks Strait Times naik 25 poin ke 3.237,95
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers antara lain Indo-Rama (INDR) turun Rp 850 ke Rp 5.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 425 ke Rp 82.775, Sky Energy (JSKY) turun Rp 360 ke Rp 1.490.
Baca juga: Inalum Kaji Tambah Porsi Kepemilikan PTBA |











































