Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Apr 2019 11:59 WIB

Punya Uang Tapi Bingung Investasi Apa? Coba Reksa Dana Saja

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi Reksa Dana. Foto: Dok Bank Mega Ilustrasi Reksa Dana. Foto: Dok Bank Mega
Jakarta - Instrumen investasi kini makin banyak di Indonesia, mulai dari reksa dana, saham, emas, deposito hingga surat berharga negara. Namun banyak juga investasi ilegal alias investasi bodong yang membohongi masyarakat saat berinvestasi.

Kepala Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi Direktorat Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indry Puspita sari mengungkapkan salah satu instrumen investasi yang aman dan menarik adalah reksa dana.

"Reksa dana itu portofolio investasi yang diatur oleh manager investasi yang profesional," kata Indry dalam sosialisasi Satgas Waspada Investasi (SWI) terkait investasi ilegal di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

SWI sendiri menjelaskan banyak modus yang digunakan untuk menipu masyarakat. Modus-modus ini biasanya diiringi dengan janji-janji manis agar masyarakat tergiur. Biasanya investasi bodong menawarkan bunga 1% per hari, 10% per minggu hingga 30% per bulan.

Sementara untuk reksa dana, kata Indry, dapat dibeli produk reksa dana dengan aman langsung ke perusahaan sekuritas alias 'produsen' atau ke manajer investasi yang telah terdaftar di OJK.


"Bila membeli reksa dana bisa langsung kepada 'produsennya' atau manajer investasi-nya langsung tapi bisa juga lewat gerai," katanya.

Sementara untuk jenisnya, Indry menjelaskan, terdapat sejumlah pilihan untuk reksa dana. Ada reksa dana konvensional, yakni yang memiliki pengelolaan khusus atau struktur tertentu.

Kemudian reksa dana pasar uang yang menempatkan 100% pada instrumen jangka pendek seperti obligasi dan deposito perbankan, serta reksa dana pendapatan tetap atau obligasi yang menempatkan minimal 0% pada instrument obligasi.

"Reksa dana saham minimal 80% kekayaannya diinvestasikan ke saham," ujarnya.

Indry pun mengingatkan, bahwa terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam investasi di reksa dana. Utamanya, kata dia, ialah menentukan tujuan yang ingin dicapai dari investasi itu sendiri.

"Maunya untuk jangka pendek atau jangka panjang. Dilihat dari kebutuhan atau rencana," tuturnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed