BEJ Cabut Suspensi Saham Semen Cibinong dan Komatsu
Selasa, 27 Sep 2005 12:50 WIB
JakartaBEJ Cabut Suspensi Saham Semen Cibinong dan - Bursa Efek Jakarta (BEJ) memulai kembali perdagangan saham PT Semen Cibinong Tbk (SMCB) setelah disuspensi Senin kemarin (26/9/2005). Selain itu BEJ juga mencabut suspensi saham PT Komatsu Indonesia Tbk (KOMI) di pasar negosiasi.Otoritas bursa mencabut suspensi SMCB, setelah mendapat penjelasan dari manajemen, sehingga sahamnya sudah ditransaksikan lagi Selasa (27/9/2005). Manajemen SMCB menjelaskan, penghentian produksi tersebut dilakukan karena melemahnya kebutuhan semen di industri konstruksi dan pasar domestik belakangan ini. Kondisi ini tidak sebanding dengan perkiraan penjualan perseroan. Selain itu juga karena masalah meningkatnya harga industrial diesel oil."Penghentian sebuah kiln di unit produksi semen adalah praktek umum yang normal dilakukan dalam periode tertentu apabila hal itu harus dilakukan," kata Presiden Direktur PT Semen Cibinong Tim Mackay dalam penjelasan ke BEJ, Selasa (27/9/2005).Menurut Tim, penghentian tersebut tidak akan mengganggu pasokan semen pasar domestik, karena masih ada tiga unit pabrik lainnya yang beroperasi. Rencananya pabrik CC-1 akan kembali beroperasi 26 April 2006."Rentang waktu penghentian tidak beroperasinya pabrik Cilacap unit 1 akan dimanfaatkan untuk perbaikan mesin," ujar Tim.Mengenai rencana kenaikan harga BBM 1 Oktober mendatang, Tim mengakui, pihaknya telah mengambil langkah antisipatif. Misalnya dengan menggantikan penggunaan diesel untuk pabrik CC-1 dan penandatanganan MoU dengan PLN.KomatsuBEJ juga mencabut suspensi PT Komatsu Indonesia Tbk (KOMI) khusus di pasar negosiasi. Sedangkan penghentian perdagangan yang dilakukan sejak 11 Agustus 2005 di pasar reguler dan pasar tunai masih diberlakukan."Bursa memutuskan untuk melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan efek perseroan hanya di pasar negosiasi," kata Kepala Divisi Pencatatan Sektor Riil BEJ Yose Rizal, Selasa (27/9/2005).BEJ melakukan suspensi saham Komatsu terkait dengan rencana perseroan untuk melakukan voluntary delisting dan go private. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Komatsu juga telah menyetujui rencana tersebut.
(ir/)











































