Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Apr 2019 14:49 WIB

Jelang Pilpres, Surat Utang Negara Diserap Asing Capai Rp 75 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pemilihan umum tinggal beberapa hari lagi. Kegiatan ini disebut akan mempengaruhi sentimen terhadap kondisi perekonomian nasional dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Bank Indonesia (BI) menyebut meskipun ada pemilu, namun secara year to date (ytd) aliran modal asing yang masuk ke Indonesia masih terus terjadi. "Kalau kami melihat inflow masih masuk terus ke Indonesia, baik ke pasar surat berharga negara (SBN) dan pasar saham," kata Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (12/3/2019).

Dia menyampaikan untuk aliran modal asing biasanya melihat outlook atau prediksi profit dan outlook produk domestik bruto (PDB). Begitupun dengan pasar saham.


Namun untuk pasar SBN fix income biasanya melihat outlook inflasi dan outlook cadangan devisa hingga outlook current account deficit (CAD). "Kalau pasar SBN inflownya bahkan lebih besar dari tahun lalu, lebih dari double. Artinya mereka percaya Indonesia baik, mulai dari inflasi, CAD dan nilai tukar lebih baik daripada tahun lalu," ujar Mirza.

Dia menyebutkan hingga minggu kedua April 2019 lelang SBN terus terjadi over subscribe. Secara bulanan yang masuk ke pasar saham sekitar Rp 3,8 triliun, sedangkan pasar SBN Rp 1,2 triliun.


Jadi secara year to date (ytd) yang masuk ke saham Rp 15,9 triliun dan ke SBN Rp 75 triliun. Mirza menjelaskan, jika dibandingkan tahun lalu, pasar saham ini sudah jauh lebih bagus yakni tahun lalu minus atau outflow Rp 24,9 triliun.

"Persepsi investor terhadap Indonesia masih positif di 2019, tentu yang didorong angk amakronya dan inflasi terkendali, jika dari sisi budget anggaran pemerintah menunjukan defisit APBN yang terkendali," ujarnya. (kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com