General Motors Tuding Jepang Manipulasi Mata Uangnya
Kamis, 29 Sep 2005 16:25 WIB
Jakarta - Perusahaan otomotif AS General Motors menuding Jepang telah memanipulasi mata uangnya sehingga membuat produsen otomotif Jepang bak mendapat durian runtuh. GM juga menilai, manipulasi yen Jepang memberi pukulan yang telak bagi industri manufaktur AS.GM menuding, kebijakan melemahkan mata uang yen Jepang membawa berkah bagi para eksportirnya karena berarti ada subsidi hingga US$ 12.000 per tahun untuk setiap kendaraan yang diekspor ke AS. Secara total, keuntungan bagi produsen otomotif Jepang mencapai US$ 2 miliar."Subsidi ini telah memfasilitasi ekspansi perusahaan Jepang di AS dan juga membuat perusahaan otomotif AS keluar dari Jepang," tuding chief economist GM Mustafa Mohatarem dalam dengar pendapat tentang perdagangan AS-Jepang dengan Kongres AS seperti diberitakan AFP, Kamis (29/9/2005).Manipulasi mata uang inilah yang dinilai Mohatarem sebagai penyebab utama permasalahan yang dihadapi perusahaan otomotif AS. "Bagaimanapun hal tersebut sangat membuat frustasi dan kami di bisnis otomotif ini dan juga sektor manufaktur AS benar-benar tidak dapat percaya bahwa program manipulasi mata uang Jepang yang bernilai US$ 420 miliar tidak dipertanyakan. Sementara Cina selalu menjadi fokus perhatian karena mengancam kompetisi AS," ujar Mohatarem.Anggota Kongres AS mengkritik pemerintah AS yang terlalu lemah menghadapi kebijakan nilai tukar Jepang. Anggota kongres juga meminta penjelasan dari Deputi Asisten Sekretaris Menteri Keuangan AS David Loevinger yang menjadi perwakilan pemerintah yang hadir dalam dengar pendapat tersebut. "Kami telah mendengar pesan tersebut," ujar Loevinger.Pemerintah Bush telah mendiskusikan isu di pasar uang tersebut dengan pejabat Tokyo. "Kami secara tegas akan terus menjelaskan pandangan bahwa perekonomian yang utama harus memiliki mata uang yang fleksibel," tegas Loevinger.Menurut Loevinger, otoritas moneter Jepang sudah tidak pernah lagi melakukan intervensi di pasar uang sejak Maret 2004. Mohatarem menambahkan, tanpa penjualan yang besar, produsen otomotif AS harus berjuang keras mengembalikan tingkat keuntungannya. Mereka juga terpaksa melakukan PHK, peringkatnya diturunkan dan sejumlah pemasok pun terpaksa menghadapi kebangkrutan. Di tengah keterpurukan produsen otomotif AS, produsen otomotif Jepang seperti Toyota, Nissan, Honda dan Subaru dll justru tersenyum lebar. Dengan sumringah, produsen otomotif Jepang pekan lalu mengumumkan perolehan hingga US$ 1 miliar selama periode semester I-2005."Semua itu terutama berhubungan dengan pelemahan yen Jepang buat-buatan," tegas Mohatarem. Dalam catatan Mohatarem, yen telah merosot ke level 111 per dolar saat ini, dibandingkan awal 2005 di level 105 per dolar. Mohatarem menuding merosotnya yen berhubungan dengan intervensi verbal dari pejabat tinggi Jepang. Menurutnya, level yen Jepang yang bisa diterima adalah 90-100 per dolar.
(qom/)











































