Telkom Siapkan Rp 2-3 Triliun Untuk Buy Back Saham

Telkom Siapkan Rp 2-3 Triliun Untuk Buy Back Saham

- detikFinance
Jumat, 30 Sep 2005 17:06 WIB
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyiapkan dana sekitar Rp 2-3 triliun untuk pembelian kembali sahamnya atau buy back. Namun mengenai berapa persisnya saham yang akan dibeli kembali masih menunggu keputusan dari para pemegang saham."Tidak bisa mendahului RUPSLB. Tapi arahnya ke Rp 2-3 triliun dana yang akan digunakan untuk buy back itu," ujar Dirut Telkom Arwin Rasyid usai mengikuti diskusi yang diselenggarakan Masyarakat Profesional Madani, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (30/9/2005. Saat ini kapitalisasi pasar PT Telkom mencapai Rp 112 triliun. Sementara porsi saham milik pemerintah adalah 51 persen dan 49 persen adalah publik yang didominasi pemilik asing. Dikatakan Arwin, jika Telkom jadi melakukan buy back maka komposisi kepemilikan pemerintah akan bertambah sehingga porsi dividen untuk pemerintah pun akan meningkat. Disamping itu ROE Telkom akan meningkat dengan asumsi bahwa pendapatan telkom dapat dipertahankan ke depan."Telkom saat ini punya EBITDA tahun 2004 sampai Rp 20 triliun, bila pasar seluler terus berkembang secara positif seperti beberapa tahun belakangan ini, daripada Telkom repot pikir investasi di luar negeri, kenapa tidak melakukan buy back saja," kata Arwin.Dalam kesempatan yang sama, Arwin juga mengatakan bahwa PT Telkom masih akan meneruskan listing di Bursa Efek New York.Di tempat terpisah, Meneg BUMN Sugiharto mengaku belum memberikan persetujuan tertulis atas rencana buy back saham Telkom tersebut. "Tapi menurut saya itu ide yang cerdas untuk menaikkan bagian porsi pemerintah," tegas Sugiharto di kantornya, Jalan DR Wahidin, Jakarta. Menurut Sugiharto, masalah buy back tersebut masih perlu dilakukan kajian lebih dalam dan persetujuan dari pemegang saham. "Karena Telkom merupakan perusahaan publik yang keputusannya lewat RUPS dan bukan hanya disetujui oleh pemerintah karena hanya punya 50 persen saham," tegasnya.Sugiharto juga mengaku bahwa Telkom harus berkonsultasi dengan Bapepam dan juga bursa saham New York (NYSE) untuk masalah ini. "Ini adalah hal yang positif karena kenapa telkom punya cash yang begitu banyak. Kalau bisa buy back malah akan terapresiasi. Menurut saya ini syukur Alhamdulillah," tegas Sugiharto. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads