Produksi Marmer Turun, Citatah Sulit Penuhi Permintaan Pasar

Produksi Marmer Turun, Citatah Sulit Penuhi Permintaan Pasar

- detikFinance
Jumat, 30 Sep 2005 20:16 WIB
Jakarta - PT Citatah Tbk (CTTH) mengakui sulit untuk memenuhi permintaan marmer baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini karena menurunnya produksi marmer di pertambangan milik Citatah. Bahkan saat ini pabrik Citatah hanya beroperasi 25 persen dari kapasitas total."Permasalahannya ada pada tambang bukan pabrik. Alat-alat tambang kita sudah harus diperbarui. Perusahaan membutuhkan investasi sebesar US$ 4 juta untuk merekondisi peralatan dan modal kerja," kata Direktur Keuangan PT Citatah Tiffany Johanes usai paparan publik di Bursa Efek Jakarta, Jumat (30/9/05).Untuk itu perseroan tengah melakukan restrukturisasi untuk memperoleh modal baru selain merestrukturisasi utang. Utang bank yang dimiliki perusahaan sebesar US$ 10 juta dan bunga tertunggak sebesar US$ 3,5 juta.Investor asal Singapura, Parallax Venture Partners Ltd, telah bersedia membantu restrukturisasi tersebut. Restrukturisasi dilakukan dengan mengkonversi hutang perseroan kepada Parallax menjadi saham perusahaan. Disamping itu perseroan akan menerbitkan obligasi senilai US$ 4 juta kepada Parallax.Master Restructuring Agreement (MRA) juga sudah ditandantangani antara PT Citatah, kreditur dan Parallax 10 Maret lalu. Namun Tiffany mengakui perjanjian tersebut belum efektif karena Bank Lippo dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) belum menandatangani. Kreditur lama memberikan waktu sampai 10 November untuk mendapatkan persetujuan kedua pihak tersebut."Tinggal di PT PPA-nya yang belum mendapatkan persetujuan dari DPR untuk valuasi aset," kata Tiffany. Penurunan hasil tambang juga mengakibatkan menurunnya perjualan perseroan. Pada semester I-2005 penjualan hanya mencapai Rp 31,2 miliar atau turun 10,6 persen dibanding peride yang sama tahun lalu. "Sampai akhir tahun kita masih memprediksikan akan rugi sampai sekitar Rp 12 miliar. Tapi dengan restrukturisasi kita optimis penjualan akan meningkat diatas 70 persen tahun 2006," kata Tiffany. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads