Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Apr 2019 14:32 WIB

Kurangi Utang, Krakatau Steel Jual Anak Usaha hingga Rights Issue

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) tengah fokus untuk memperbaiki kinerja keuangannya. Salah satu yang dilakukan adalah merestrukturisasi utangnya.

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan pihaknya sudah memiliki beberapa cara dan telah disepakati pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Silmy menyebut, beberapa cara mengatasi keuangan yang rugi yaitu dengan cara divestasi kepemilikan saham di anak usaha baik penjualan saham secara langsung atau dengan skema lainnya.

Selanjutnya, dengan menerbitkan convertible bonds atau obligasi wajib konversi yang memiliki hak opsi konversi. Terakhir, dengan melakukan rights issue sebagai upaya membeli kembali saham anak usaha yang telah didivestasikan.


"Menurut saya ini solusi yang seharusnya sudah dikerjakan dari jauh-jauh hari. Bukan setengah-setengah tapi total," kata Silmy di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Khusus yang divestasi saham anak usaha, Silmy menegaskan pihaknya masih mengkaji perusahaan mana yang cocok dan mampu memberikan nilai terbaik. Adapun, target nilainya sekitar US$ 1 miliar.

Pelaksanaan divestasi saham anak usaha juga dilakukan selama tiga tahun dimulai dari tahun 2019. Sehingga, pada 2023 baru akan terlaksana. "Karena kita ingin optimalisasi valuenya dulu," ujar dia.

Untuk covertible bonds yang akan diterbitkan, kata Silmy, sekitar US$ 1 miliar dengan tenor lima tahun dan bisa diperpanjang sampai 10 tahun.


Jika kedua rencana ini berjalan mulus, Silmy mengungkapkan cara melakukan right issue pun baru bisa dilakukan untuk membeli kembali (buy back) divestasi saham anak usaha.

"Right issue juga bisa buat bayar convertible bond. Tapi ini setelah menerbitkan convertible bond, tahunya kapan saya belum tahu," ungkap dia.

Dapat diketahui, saat ini total utang Krakatau Steel sekitar US$ 2 miliar atau setara Rp 29 triliun (kurs Rp 14.500). Sebagian dari utang itu akan direstrukturisasi.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, utang jangka pendek yang dimiliki KRAS lebih besar dibandingkan utang jangka panjang. Utang jangka pendek KRAS senilai US$ 1,59 miliar, naik 17,38% dibandingkan 2017 senilai US$ 1,36 miliar. Sementara utang jangka panjang pabrik baja pelat merah ini sebesar US$ 899,43 juta.

KRAS juga mencatatkan beban pokok pendapatan membengkak menjadi US$ 1,58 miliar pada 2018, dari US$ 1,23 miliar pada 2017. Sepanjang 2018, KRAS mencatatkan total aset US$ 4,29 miliar, dengan total aset tidak lancar US$ 3,31 miliar dan total aset lancar US$ 989,720 juta. Selain itu, nilai kas dan setara kas turun menjadi senilai US$ 173,28 juta dari tahun sebelumnya US$ 280,87 juta. (das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed