Gaduh Klaim Kemenangan Pilpres, Kucuran Dana Asing Masih Seret

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 02 Mei 2019 12:17 WIB
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Kegaduhan politik yang masih terjadi setelah hari pencoblosan, cukup mempengaruhi investor asing yang ingin masuk ke Indonesia secara tidak langsung. Hal itu juga berkaitan dengan investor lokal yang masih tidak nyaman dengan kondisi saat ini.

Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan menjelaskan, sejatinya investor asing sebelumnya sudah percaya bahwa pemilu di Indonesia akan berlangsung aman dan tidak mempengaruhi perekonomian.

"Justru seminggu sebelum kita nyoblos, asing masuk ke pasar saham dalam jumlah besar. Kelihatannya mereka optimis Pemilu aman," ujarnya di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Tapi, yang justru meragu atas perhelatan pemilu adalah investor lokal. Hal itu juga malah mempengaruhi psikologis investor asing yang ingin menanamkan portofolionya di Indonesia.


"Padahal kan ternyata memang aman dan lancar. Asing mau masuk, tapi lihat lokal adem ayem aja, mereka tidak jadi masuk dalam jumlah besar, tidak jadi digeber," tambahnya.

Menurut Katarina para investor di pasar modal baik lokal maupun asing menunggu hasil realcount resmi dari KPU pada 22 Mei 2019. Hingga saat itu, dia memperkirakan pasar modal akan tetap flat.

"Kan tinggal 20 hari lagi. Jadi walaupun wait and see tapi tidak akan jual dulu," ujarnya.

Sekedar informasi, selama sepekan ini ada dana asing masuk ke pasar modal sebesar Rp 50,74 triliun. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan tercatat turun sekitar 1,2%.

(das/fdl)