Pasar Saham Terguncang Bom Bali
Senin, 03 Okt 2005 09:36 WIB
Jakarta - Transaksi saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) awal pekan ini diprediksi akan diwarnai dengan aksi jual yang signifikan, karena pasar terguncang akibat ledakan bom Bali.Peledakan bom Bali pada Sabtu (1/10/2005) membuat sentimen negatif yang cukup dalam dan berdampak besar pada perdagangan jangka pendek. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin (3/10/2005) diprediksi akan mengalami tekanan yang cukup dalam. Investor diduga akan melepas sejumlah saham-sahamnya baik unggulan maupun lapis dua. Apalagi rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar, yang membuat investor lebih memilih berburu dolar.Ledakan bom Bali diperkirakan akan mengganggu makro ekonomi Indonesia. Ditambah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang melampaui ekspektasi pasar juga memberikan pengaruh negatif.Pasar khawatir inflasi akan melonjak sebesar dua digit. Dalam kondisi keamanan yang memburuk dan kejaran inflasi yang semakin tinggi, investor tentunya lebih aman memegang dolar, sehingga mengesampingkan pasar saham. Pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu (30/9/2005), IHSG ada di level 1.079,275 naik 30,973 poin. Kenaikan pekan lalu lebih dipicu oleh window dressing akhir triwulan tiga.
(ir/)











































