IHSG Mampu Menguat 4 Poin

Terguncang Sejenak Oleh Bom Bali

IHSG Mampu Menguat 4 Poin

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2005 16:33 WIB
Jakarta - Bom Bali II ternyata hanya mengguncang awal perdagangan di lantai bursa. Kepanikan hanya terjadi sesaat dan pada penutupan perdagangan Senin (3/10/2005) indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu rebound 4,139 poin pada level 1.083,414."Bom tidak terlalu mempengaruhi pasar karena sudah beberapa kali kejadian," kata Edwin Sinaga, dari Kuo Capital Raharja, Senin (3/10/2005).Sedangkan pengaruh negatif atas kenaikan BBM juga relatif sedikit, karena pasar justru melihat kenaikan tersebut menhilangkan faktor ketidakpastian. Edwin menilai, meski kenaikan BBM itu sangat tinggi, namun pelaku pasar berharap pemerintah bisa mengatasi dampak ekonominya seperti tingginya inflasi. "Sekarang yang harus dilakukan bagaimana menyikapi inflasi dan ekonomi biaya tinggi, kalau ini tidak bisa diatasi maka investor tidak mau lagi berinvestasi," katanya.Indeks LQ 45 naik 1,153 poin pada level 237,323, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,500 poin pada level 185,231, Main Board Index (MBX) naik 1,153 poin pada level 294,814 dan Development Board Index (DBX) turun 0,782 poin pada level 224,614.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 17.973 kali pada volume 1.846.016 lot saham senilai Rp 1,846 triliun. Sebanyak 49 saham naik, 53 saham turun dan 262 saham stagnan.Saham-saham BUMN naik harganya di top gainer antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 625 menjadi Rp 4.800, Indosat (ISAT) naik Rp 150 menjadi Rp 5.450, United Tractors (UNTR) naik Rp 75 menjadi Rp 3.950, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 menjadi Rp 4.075 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 30 menjadi Rp 1.480.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 150 menjadi Rp 9.600, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 5.300, Indofood Sukses Makmur (INDF) turun Rp 40 menjadi Rp 690, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.675 dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.700. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads