Jelang Puasa, IHSG Kembali Tembus Level 1.101
Selasa, 04 Okt 2005 16:28 WIB
Jakarta - Aksi borong saham yang dilakukan investor satu hari menjelang puasa membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 17,752 poin dan menembus level psikologis baru di posisi 1.101,166.Menurut Budi Ruseno dari Bhakti Capital, kenaikan indeks dimotori oleh saham-saham unggulan yang sebelum kenaikan harga BBM mengalami penurunan."Waktu harga BBM belum naik, banyak saham turun, sekarang kembali rebound/i> sehingga indeks dalam dua hari ini masih akan naik," ujar Budi, Selasa (4/10/2005).Kenaikan indeks yang kembali menembus level 1.100-an karena terimbas oleh sentimen naiknya bursa regional. Selain itu, menguatnya kurs rupiah terhadap dolar AS juga memberikan sentimen positif. Investor juga menyambut positif kenaikan harga BBM karena mengurangi risiko ketidakpastian di pasar.Indeks LQ-45 naik 4,761 poin pada level 242,084, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,805 poin pada level 190,036, Main Board Index (MBX) naik 5,612 poin pada level 300,426, Development Board Index (DBX) naik 0,360 poin pada level 224,974.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 23.070 kali, pada volume 3.575.757 lot saham, senilai Rp 1,763 triliun. Sebanyak 98 saham naik, 36 saham turun dan 230 saham stagnan.Di jajaran top gainer, saham-saham yang naik harganya antara lain Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 600 menjadi Rp 5.400, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 500 menjadi Rp 5.650, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 150 menjadi Rp 3.600, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 5.400, PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 125 menjadi Rp 2.750, dan Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.550.Sedangkan saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 9.500, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.650, Bank Panin (PNBN) turun Rp 15 menjadi Rp 470, Panin Life Insurance (PNLF) turun Rp 15 menjadi Rp 165, dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 10 menjadi Rp 880.Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada saat puasa, indeks biasanya relatif flat karena sepinya transaksi di pasar.
(ir/)











































