Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Mei 2019 11:26 WIB

Awas! Perang Dagang Bisa Bikin Rupiah Keok

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. AS kembali melontarkan ancaman untuk menaikkan tarif masuk produk China.

Dampaknya pun mulai terasa. Investor global mulai memandang hal itu sebagai sentimen negatif.

Investment Director Aberdeen Standard Investments Indonesia Bharat Joshi memperkirakan perang tarif yang dilakukan oleh dua kutub perekonomian dunia itu tidak akan memberikan dampak langsung bagi Indonesia. Namun inflasi secara tidak langsung akan terkerek naik.


"Kalau kita lihat ke Indonesia, secara langsung tidak akan berdampak besar. Dari sisi ekspor, Indonesia hanya mengekspor batu bara ke China. Saya melihat imbas terbesarnya justru ke inflasi," ujarnya dilansir dari keterangan tertulis, Jumat (17/5/2019).

Dia menjelaskan, perang dagang akan menyebabkan mata uang dolar AS terus menguat. Akhirnya rupiah akan semakin tertekan.

Hingga pagi ini dolar AS terpantau bergerak dari level Rp 14.431 hingga Rp 14.522. Pergerakan mata uang Paman Sam ini memang naik turun setelah sebelumnya juga sempat menyentuh RP 14.500-an.

"Kalau rupiah lemah, akan terjadi beban bagi APBN. Banyak harga akan naik karena banyak bahan baku mentah yang diimpor, sehingga akan terjadi lebih banyak inflasi," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah, khususnya pemerintah yang baru nantinya diharapkan bisa mempertahankan stabilitas ekonomi. Pemerintah juga diharapkan menyiapkan strategi khusus guna meredam kenaikan harga-harga agar imbasnya tidak begitu dirasakan masyarakat.


Menurut Joshi, salah satu cara untuk meredam gejolak inflasi adalah dengan memastikan suku bunga bisa stabil.

"Kalau inflasi stabil, akan ada kemungkinan untuk bisa menurunkan suku bunga, misal 25 bps. Agar perekonomian Indonesia, terutama di beberapa sektor tertentu, bisa lari lagi," jelas Bharat.

Dia memperkirakan perang dagang antar kedua negara lebih menciptakan resesi ekonomi teknikal bagi AS dan China. Jika AS terus menaikkan bea masuk produk asal China, maka jumlah barang yang masuk ke AS akan berkurang yang menyebabkan harga naik. Demikian halnya China yang akan kesulitan menemukan pembeli dari produk-produk buatannya.



Tonton video Indonesia Waspadai Dampak Perang Dagang AS-China!:

[Gambas:Video 20detik]

(das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com