Apexindo Raup Rp 460 M dari Penawaran Umum Terbatas I 2005

Apexindo Raup Rp 460 M dari Penawaran Umum Terbatas I 2005

- detikFinance
Rabu, 05 Okt 2005 15:34 WIB
Jakarta - PT Apexindo Pratama Duta berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 460,680 miliar dari pelaksanaan penawaran saham terbatas I tahun 2005. Dana tersebut digunakan untuk melunasi sebagian hutang kepada Medco Energi Finance Overseas BV (MEFO) terkait dengan joint financing dalam rangka pembangunan rig Raissa dan rig Yani. "Dengan demikian, total outstanding utang berbunga Apexindo dalam Rupiah turun drastis. Sehingga rasio utang berbunga berbanding ekuitas Perseroan diharapkan membaik cukup signifikan dari 1,31 kali per 30 Juni 2005 menjadi sekitar 0,61 kali," kata Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B. Lomboan dalam pengumumannya kepada Bursa Efek Jakarta, Rabu (5/10/05).Menurut Agustinus, neraca keuangan yang lebih sehat akan memberikan ruang bagi perseroan untuk mendapatkan sumber-sumber pendanaan baru untuk mendukung rencana ekspansi ke depan. Di samping itu, penurunan utang perseroan yang signifikan akan menurunkan beban bunga yang harus dibayarkan. "Hal ini akan memberikan dampak positif pada laba bersih," ujar Agustinus. Saat ini SeaDrill Ltd. melalui Abacus Capital International Ltd. yang menjadi pembeli siaga resmi menjadi salah satu pemegang saham terbesar Apexindo. SeaDrill Ltd. menguasai 32,3 persen saham Perseroan setelah proses rights issue. Pemegang saham Perseroan lainnya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk sebesar 52,4 persen dan masyarakat 15,3 persen. SeaDrill merupakan perusahaan pemboran lepas pantai dengan kapitalisasi pasar saat ini pada bursa over-the-counter di Oslo sebesar sekitar US$ 1,7 milliar. Pada bulan Juli 2005 telah disepakati kerjasama antara SeaDrill dan Apexindo untuk memasarkan dan mengoperasikan armada pemboran lepas pantai SeaDrill. Armada lepas pantai SeaDrill yang lebih besar, terdiri dari 7 rig jack-up, 3 rig semi-submersible baru dan 2 FPSO.Medco Gagal Dapat Blok Minyak LibyaSementara itu, PT Medco Energi Internasional mengaku gagal mendapatkan blok minyak dan gas di Libya dalam tender putaran kedua yang dilakukan pemerintah Libya. Medco bersama dengan Japan Petroleum Exploration Co (JAPEX) dan perusahaan eksplorasi asal Rusia CAO LukOIL gagal mendapatkan empat blok yang diminati untuk eksplorasi."Pemerintah Libya mengumumkan bahwa konsorsium, JAPEX dan LukOil hanya menduduki posisi antara ke 2 dn ke 3 dalam tender tersebut," kata Direktur Pengembangan Medco, Rashid L Mangunkusumo.Keempat blok yang diincar konsorsium adalah Blok 2-1/2 (offshore), blok B1-2 (Ghadames Basin), Blok 145-1 (Mutzuq Basin), dan 161-2/4 (Murzuq Basin). Menurut Rashid, keikutsertaan perseroan dalam tender ini merupakan refleksi dari strategi perseroan untuk menganti dan meningkatkan cadangan minyak dan gas melalui akuisisi. "Perseroan berkeyakinan bahwa penawaran yang telah diajukan oleh konsorsium dalam tender tersebut merupakan penawaran yang terbaik dan sesuai dengan kebijakan investasi perseroan," ujar Rashid.Sebelumnya pada Maret lalu, Medco bersama Varamont Energy Inc, perusahaan migas asal Kanada, berhasil mendapatkan blok 47 dari tender putaran pertama yang diselenggarakan pemerintah Libya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads