Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 23 Mei 2019 09:54 WIB

Pasca Aksi 22 Mei, IHSG Intip Peluang Menguat

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Ricuhnya aksi massa 22 Mei kemarin memberikan guncangan terhadap perekonomian. Termasuk pasar modal yang ikut terimbas sentimen negatif.

Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,19% atau berkurang 11,73 poin ke level 5.939,64. Meskipun IHSG sempat melakukan percobaan penguatan diawal sesi perdagangan.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menilai, kerusuhan aksi 22 Mei kemarin cukup meresahkan investor. Sehingga tercermin pada pergerakan IHSG.

"Keresahan investor terhadap kondusifitas demo 22 Mei 2019 yang terjadi sejak dini hari menjadi trigger. Pergerakan nilai tukar rupiah memimpin pelemahan di sebagian besar mata uang Asia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/5/2019).

Kemarin investor asing juga menarik dananya. Tercatat net sell mencapai Rp 143,74 miliar pada pasar reguler dan tercatat net buy 846,67 Miliar di pasar negosiasi dengan saham MASA.



Untuk hari ini sendiri, Lanjar percaya IHSG bisa kembali menguat. Sebab secara teknikal potensi IHSG untuk menguat masih besar setelah anjlok cukup dalam.

"Pergerakan IHSG secara teknikal terkonsolidasi melemah pada pergerakan terakhir namun masih berada diatas Moving Average 5 hari. Peluang penguatan masih terasa melihat keluarnya pergerakan bullish dari area oversold pada indikator RSI dan Stochastic memberikan signal," terangnya.

Menurutnya pergerakan positif diperkirakan terus menguji resistance level psikologis 6.000 pada perdagangan selanjutnya. Lanjar pun memprediksikan IHSG menguat dengan support resistance 5.912-6.000.

"Saham-saham yang dapat dicermati diantaranya TBLA, AALI, INDF, HMSP, HOKI, BBRI, PGAS, PTBA, MEDC, INCO, ASRI, ADHI, AKRA, MAPI," katanya.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com