Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 23 Mei 2019 16:55 WIB

Gubernur BI: Alhamdulillah Nilai Tukar Rupiah Menguat

Danang Sugianto - detikFinance
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat terjadi aksi massa 22 Mei melemah hingga Rp 14.520 per dolar AS. Kini, nilai tukar rupiah kembali menguat.

"Alhamdulillah nilai tukar rupiah hari ini menguat ke posisi Rp 14.470-Rp 14.475 dengan mekanisme pasar yang semakin meningkat," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat Konferensi Pers KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Pagi tadi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sempat berada di level Rp 14.494. Angka ini lebih tinggi dibanding posisi pembukaan perdagangan Rabu (22/5) pagi, namun lebih rendah dibanding penutupan yang berada di level Rp 14.500-an.


Menurut Perry penguatan rupiah hari ini salah satunya didukung kontribusi dari para eksportir. Mereka banyak melakukan penjualan devisa hasil ekspor yang mendorong permintaan rupiah.

"Para eksportir juga semakin banyak jual devisa hasil ekspornya ke pasar valas. Terimakasih pada eksportir dan dunia keuangan yang turut jaga stabilitas nilai tukar rupiah," tambahnya.

Kemarin, lanjutnya, rupiah memang tertekan di kisaran Rp 14.520-14.530. BI mencatat ada pelemahan nilai tukar hingga 45 poin.

"Pelemahan terutama merespons faktor global maupun domestik. Global berlanjutnya ketegangan AS dan China. Untuk domestik merespon apa yang terjadi di dalam negeri," tutupnya.

Gubernur BI: Alhamdulillah Nilai Tukar Rupiah Menguat
(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com