Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Mei 2019 22:35 WIB

2019, Perusahaan Media Erick Thohir Fokus Pada Digital

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Foto: Akfa Nasrulhaq/Detikcom Foto: Akfa Nasrulhaq/Detikcom
Jakarta - PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akan terus menggenjot bisnisnya di bidang digital untuk tahun 2019. Direktur Utama Mahaka Media Adrian Syarkawie mengatakan, meskipun akan meningkatkan bisnis digital, namun semua lini bisnis tentu akan semakin didorong karena ia menilai setiap lini masih dapat menguntungkan.

"Di 2019 ini kita coba perbaiki dengan melihat lini bisnis mana yang bisa kita push. Yang paling akan digenjot itu masih di lini digital," ujar Adrian di sela kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

"Cuma balik lagi, kita tidak mau terjebak hanya bermain di era digital. Kita tahu digital itu menjanjikan, secara penggunanya banyak banget. Tapi secara bisnis belum semua main di area digital itu menguntungkan," imbuhnya.

Adrian menambahkan di tahun ini pihaknya tetap akan mencoba mempertahankan media cetaknya.

"Karena sebenarnya koran memiliki marketnya sendiri, hanya saja pendekatannya berbeda," ujarnya.


Menurut Adrian, saat ini bisnis yang sedang tumbuh yakni lini bisnis radionya dengan pertumbuhan pendapatan radio sangat signifikan hingga 11%.

Meski demikian, walaupun pertumbuhan hingga dobel digit sektor tersebut belum memberikan pengaruh signifikan pada laporan keuangan konsolidasian lantaran kepemilikan Mahaka di radio hanya 17%.

"Beda dengan Republika kami memiliki saham sekitar 93% sehingga ketika mereka rugi bottom line kami akan sangat berpengaruh," jelasnya.

Seperti yang dilaporkan dalam RUPS tersebut bahwa perusahaan saat ini masih mengalami kerugian. Namun saat ini telah berhasil menekan kerugian sebesar Rp 827 juta di tahun 2018 sebagai dampak penurunan pendapatan dari belanja iklan sebesar 30,29% di tahun sebelumnya. Strategi yang dilakukan adalah dengan mengambil langkah pengendalian cost of goods sold secara efektif.

"Kalau dibanding tahun lalu lebih bagus, justru ruginya bisa kita perkecil. Memang objektif kita kemarin itu sebenarnya sudah ingin mencoba supaya perseroan positif," ujar Adrian.

"Tapi memang faktor dinamika industri print itu memang sangat terganggu ya, jadi mau tidak mau kemarin di 2018 bagaimana kita mempertahankan supaya kerugian tidak semakin besar dan itu berhasil," katanya lagi.


Selain itu, dalam rapat tersebut juga dilaporkan beberapa langkah penting yang dilakukan oleh PT Mahaka Medika selama 2018. Di antaranya adalah berhasil meningkatkan pendapatan iklan online dari direct client sebesar 43% dibandingkan iklan online melalui publisher.

"Jadi yang kita lakukan, dari sisi efisiensi secara cost kemudian menyiapkan lini lain supaya ke depannya sudah bisa lebih baik lagi," imbuhnya.

Selain itu penjualan buku dalam format fisik dan digital yang meningkat sebesar 121% dari tahun sebelumnya dan Revenue Gamma Investa Lestari yang mengelola Mahaka Square tumbuh sebesar 7%.

Perusahaan juga telah meluncurkan NOICE, sebuah aplikasi digital streaming untuk 7 stasiun radio, yang juga dilengkapi dengan berbagai fitur interaktif untuk mendominasi pasar radio di Indonesia.

Pada kesempatan ini, juga terjadi pergantian direksi di mana Troy Ahmad Warokka diangkat menjadi Direktur menggantikan Ahmad Aditya yang mengundurkan diri. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com