Penjualan Pan Brothers 2005 Tak Terpengaruh Kenaikan BBM

Penjualan Pan Brothers 2005 Tak Terpengaruh Kenaikan BBM

- detikFinance
Senin, 10 Okt 2005 17:34 WIB
Jakarta - Meski bergerak di bidang tekstil yang rentan terhadap kenaikan harga BBM, namun PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mengaku perusahaan tidak terlalu terpengaruh atas kondisi itu.Perusahaan tetap menargetkan penjualan akhir tahun 2005 sebesar Rp 468 miliar naik atau naik 52 persen dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 307,709 miliar."Kenaikan tidak terlalu signifkan karena walaupun mayoritas bahan baku dipasok dari luar negeri, perusahaan juga menjual produknya ke luar negeri," kata Direktur Keuangan PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto, dalam publik ekspose di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (10/10/2005).Menurut Anne, pengaruh BBM lebih karena adanya dampak multiplier seperti naiknya harga packaging dan transportasi yang pengaruhnya sekitar 1-2 persen.Laba sebelum pajak pada akhir tahun diperkirakan sebesar Rp 6,098 miliar. Sedangkan penjualan sampai paruh pertama 2005 telah mencapai Rp 185,399 miliar dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 3,922 miliar. Untuk tahun depan, perseroan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 20 persen.Perseroan pada tahun ini menganggarkan biaya investasi (capital expenditure/capex) US$ 500 ribu, yang sampai Juni 2005 sudah terpakai US$ 300 ribu untuk belanja mesin.Sedangkan pada tahun 2006, perseroan menargetkan capex US$ 1 juta yang sebagian besar untuk pembelian mesin."Kalau tidak dari pembiayaan sendiri, dari sewa guna usaha, tapi kemungkinan capex dari biaya sendiri," ujar Anne.Pan Brother pada 27 Juli 2005 melakukan akuisisi PT Panca Prima Eka Brothers yang bergerak pada pembuatan jaket sebesar 99 persen dengan nilai akuisisi Rp 22,1 miliar.PT Panca ini, menurut Anne, adalah perusahaan yang menguntungkan. Terlihat dari kontribusi penjualan yang menyumbang Rp 420,129 miliar dari total konsolidasi Rp 614,634 miliar. PT Panca juga menyumbang laba sebelum pajak senilai 15,09 miliar dari total Rp 19,559 miliar.Melonjaknya laba konsolidasi ini membuat laba bersih per saham Pan Brothers per 31 Agustus 2005 naik sebesar 330 persen menjadi Rp 33 per saham dibandingkan posisi 30 Juni 2005 Rp 10 per saham. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads