Investor Tunda Masuk Pasar, IHSG Naik Tipis
Selasa, 11 Okt 2005 16:30 WIB
Jakarta - Perdagangan saham berlangsung sepi karena investor menunda masuk pasar, mengantipasi kenaikan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Akibatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya naik 2,849 poin pada level 1.105,629.Menurut Edwin Sebayang, analis dari Evergreen Capital, Selasa (11/10/2005), kondisi bulan puasa memang selalu membuat perdagangan saham relatif sepi.Investor saat ini masih menunda untuk masuk ke pasar saham sehingga indeks cenderung profit taking. Selain itu, kata Edwin, investor juga mengantisipasi rencana kenaikan suku bunga SBI yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat.Indeks LQ-45 turun 0,048 poin pada level 237,974, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,671 poin pada level 188,118, Main Board Index (MBX) naik 0,550 poin pada level 301,756, Development Board Index (DBX) naik 1,543 poin pada level 225,411. Perdagangan di pasar reguler relatif tipis dengan transaksi sebanyak 9.639 kali, pada volume 883.926 lot saham, senilai Rp 543,637 miliar. Sebanyak 41 saham naik, 54 saham turun dan 268 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) naik Rp 350 menjadi Rp 4.400, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 150 menjadi Rp 5.550, Barito Pacific Timber (BRPT) naik Rp 150 menjadi Rp 740, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 60 menjadi Rp 1.750, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 50 menjadi Rp 3.650, dan Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 5.750.Sedangkan saham yang turun harganya di top loser antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.425, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 75 menjadi Rp 4.600, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 3.425, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 9.300, United Tractors (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 3.650.
(ir/)











































