Temasek Terus Lebarkan Ekspansi di Asia

Temasek Terus Lebarkan Ekspansi di Asia

- detikFinance
Rabu, 12 Okt 2005 15:41 WIB
Jakarta - Perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, Temasek Holdings Pte.Ltd, menyatakan akan terus melakukan eskpansinya di negara Asia. Saat ini Temasek masih mengincar investasi baru yang akan dibelinya lagi.Temasek belum lama ini juga mengeluarkan obligasi senilai US$ 1,75 miliar yang salah satunya akan digunakan untuk ekspansi usaha. Sedangkan sampai akhir Maret 2005, total ekspansinya secara keseluruhan di Asia mencapai 13 miliar dolar Singapura.Dalam financial review yang dikeluarkan Temasek, menunjukkan perusahaan terus mempercepat langkahnya melakukan akuisisi di Asia. Selama dua tahun terakhir ini, Temasek telah mengeluarkan investasi sebesar 3,3 miliar dolar Singapura untuk melakukan sejumlah akuisisi."Kami akan terus melanjutkan ekspansi ini dan sedang mencari investasi baru yang akan memaksimalkan nilai perusahaan," kata S Dhanabalan, Chairman Temasek seperti dikutip Reuters, Rabu (12/10/2005).Dhanabalan mengakui, untuk melakukan ekspansi itu, pihaknya akan lebih fleksibel karena investasi yang dilakukan untuk tujuan jangka panjang."Kami cukup optimistis terhadap prospek investasi jangka panjang di Asia. Namun kami tetap hati-hati untuk jangka pendek dan menengah, di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini," tutur Dhanabalan.Temasek memiliki saham di sejumlah perusahaan bonafid di dalam negeri, seperti Singapore Telecommunications Ltd (SingTel), dan DBS Group Holdings Ltd, yang merupakan salah satu bank terbesar di Asia Tenggara.Di negeri asalnya, Temasek juga mulai melakukan diversifikasi usaha ke sektor transportasi, perkapalan, media, dan pembangkit energi.Sedangkan belanja investasinya di luar negeri terus mengalami kenaikan dengan mengakusisi perusahaan-perusahaan investasi terbaik di Cina, Korea Selatan, Indonesia, India, Pakistan.Baru-baru ini Temasek juga telah menyetujui untuk membeli dua perusahaan terbesar di Cina, yaitu Construction Bank of China sebesar 5,1 persen saham senilai US$ 1,47 miliar dan membeli 10 persen saham Bank of China senilai 3,1 miliar dolar Singapura.Di luar sektor keuangan, Temasek mengincar sektor infrastruktur, telekomunikasi, farmasi, perusahaan-perusahaan yang memberikan keuntungan signifikan atas pertumbuhan ekonomi Asia.Sampai akhir Maret 2005, Temasek secara konsolidasi mencatat laba bersih 7,6 miliar dolar Singapura dengan pendapatan 68,7 miliar dolar Singapura. Perusahaan ini memperoleh rating AAA dari Standard & Poor's dan Moody's Investors Service. Beberapa perusahaan di Indonesia yang sudah dimasuki Temasek antara lain Indosat, Bank Danamon, Bank Internasional Indonesia (BII). (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads