Keluar dari IHSG, Saham XL Langsung Anjlok 24%

Keluar dari IHSG, Saham XL Langsung Anjlok 24%

- detikFinance
Kamis, 13 Okt 2005 17:11 WIB
Jakarta - Saham PT Excelcomindo Pratama (XL) yang selama dua pekan menjadi primadona investor, akhirnya jatuh juga. Saham telekomunikasi ini pada penutupan transaksi Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (13/10/2005), nyungsep Rp 1.125 atau turun 24,3 persen menjadi Rp 3.500.Runtuhnya saham XL, karena sentimen negatif dikeluarkannya saham ini oleh BEJ dari penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena minimnya saham publik.Sejak IPO pada 29 September sampai 12 Oktober 2005 saham XL telah meroket hingga 231 persen dari Rp 2.000 menjadi Rp 4.625 per saham.Kenaikan harga saham XL yang fantastis menurut sejumlah analis karena kecilnya saham yang beredar di publik. Jumlah peminat lebih banyak ketimbang pihak yang menjual, sehingga penjual mematok harga tinggi.Investor yang memburu saham ini memakai sentimen pemegang saham di belakangnya, yakni PT Telekom Malaysia yang memiliki 25 persen saham lewat Indocel Holding Sdn Bhd. Nama Telekom Malaysia dianggap memberi jaminan kinerja perusahaan akan terus membaik karena pemegang sahamnya punya modal besar.Namun Dirut BEJ Erry Firmansyah menilai, kecilnya saham publik rawan akan cornering (penggorengan) dan bisa menggangu penghitungan IHSG. Erry juga menegaskan, BEJ tidak akan memasukkan saham XL dalam penghitungan IHSG jika kepemilikan publik masih seperti saat ini. Menanggapi anjloknya saham ini, Kepala Hubungan Investor PT Excelcomindo, Hendry Komala, mengatakan, itu adalah sesuatu yang wajar dalam mekanisme pasar."Penurunan itu karena mekanisme pasar saja. Suplainya akan bertambah lagi di pasar jika Khazanah dan Telekom Malaysia melepas sahamnya ke publik," kata Hendry ketika dihubungi wartawan, Kamis (13/10/2005).Menurut Henry, dua pemegang saham XL asal Malaysia yakni Khazanah Berhard dan Telekom Malaysia menyatakan bersedia melepas sahamnya ke publik. Hal ini untuk menanggapi permintaan BEJ agar saham publik diperbesar jumlahnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads