Fakta Seputar Surat Utang 'James Bond' untuk Milenial

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 12 Jul 2019 07:30 WIB
Fakta Seputar Surat Utang James Bond untuk Milenial
Foto: grandyos zafna

Luky mengatakan, sama seperti instrumen investasi lainnya, SBR007 juga punya beberapa kelebihan yang tidak dimiliki jenis investasi lainnya. Pertama produk ini diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai APBN.

"Jadi ini diterbitkan oleh pemerintah. Kalau diterbitkan pemerintah itu Insya Allah aman. Enggak pernah dengar kan pemerintah default (gagal bayar). Atau kita tunda dulu pembayaran, enggak ada. Jadi Insya Allah aman," tambahnya.

Kedua dari segi return, SBR007 diyakini cukup menarik. SBR007 ini memiliki kupon berjenis mengambang dengan batasan tingkat kupon minimal (floating with floor). Kuponnya akan mengacu pada suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 days reverse repo rate.

Penghitungan kuponnya adalah suku bunga acuan BI ditambah spread tetap 1,5%. Untuk tingkat kupon periode 3 bulan pertama (Juli-Oktober 2019) suku bunga acuan yang berlaku diambil di level 6%. Itu artinya kupon yang diberikan 7,5%.

Level 7,5% juga menjadi batasan kupon minimal. Itu artinya meskipun BI menurunkan suku bunga acuannya, kupon SBR007 tetap di 7,5%. Namun jika BI menaikan suku bunga acuan kupon SBR007 akan ikut naik.

"Ini penyesuaiannya 3 bulan sekali. Kalau BI rate naik, kupon ikut naik. Tapi kalau BI rate turun ada floor yakni 7,5%," tambah Luky.

Ketiga, SBR007 menawarkan kemudahan karena dapat dibeli secara online. Instrumen investasi ini bisa dibeli dengan minimum pemesanan sebesar Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

"Jadi ini cocok buat anak muda," ujarnya.