Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jul 2019 08:55 WIB

Jelang Rilis Neraca Dagang, IHSG Diproyeksi Loyo

Artha Sekuritas - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - IHSG ditutup melemah di level 6,375.35 (-0.68%), Pelemahan didorong oleh Infrastructure (-1.67%) dan Consumer (-1.57%).

IHSG ditutup melemah setelah investor melihat adanya beberapa ketidakpastian terkait data perekonomian dari pernyataan Jerome powell meskipun di benua asia optimisme penurunan suku bunga masih terasa.

Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 27,332.03 (+0.90%), NASDAQ ditutup 8,244.14 (+0.59%), S&P 500 ditutup 3,017.77 (+0.60%). Bursa saham US ditutup menguat secara keseluruhan.

Index saham Dow Jones melanjutkan penguatan melampaui harga tertingginya (all time high). Investor masih dibayangi oleh penurunan suku bunga The Fed yang dimana konsensus analis menyatakan bahwa 20% kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis point pada akhir Juli 2019 ini.

Pendorong bursa saham secara global hingga akhir Juli 2019 ini adalah laporan keuangan dari emiten. Sedangkan pasar Asia dibuka masih melemah menjelang data GDP China dan Hong Kong yang akan diterbitkan pada hari ini dengan ekspektasi masih melambat dari 6.4% pada tahun 2018 menjadi 6.2% pada tahun 2019.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal indikator stochastic membentuk deadcross di area overbought menunjukkan potensi pelemahan. Pergerakan akan dipengaruhi oleh rilisnya data GDP China dan neraca perdagangan Indonesia.

Resistance 2 : 6,444
Resistance 1 : 6,409
Support 1 : 6,354
Support 2 : 6,334


Jelang Rilis Neraca Dagang, IHSG Diproyeksi Loyo


Simak Video "Neraca Dagang RI Masih Surplus US$ 0,13 Miliar di November 2017"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com