Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Jul 2019 10:09 WIB

Mengintip Pergerakan Rupiah Pasca Jokowi-Prabowo Bertemu

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jakarta - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto pada akhir pekan kemarin diyakini membawa sejumlah sentimen positif pada pasar. Pertemuan kedua tokoh paling populer di Indonesia saat ini tersebut menambah optimisme para pengusaha dan investor akan stabilitas politik ke depan.

Sejumlah ekonom juga berpendapat pasar akan merespons positif pertemuan tersebut. Namun hal ini diproyeksi akan berlangsung dalam hitungan hari saja hingga nanti akhirnya Jokowi mengumumkan susunan kabinet barunya di periode kedua sebagai presiden.

Riset Mirae Asset Sekuritas menyebut, sentimen positif juga didorong oleh pernyataan Jokowi untuk memberlakukan reformasi memacu pertumbuhan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Benar saja, membuka awal pekan ini rupiah dengan mantap menekan pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) hingga ke bawah level Rp 14.000. Sepanjang hari Senin (15/7) kemarin, dolar AS terus ditekan hingga ke bawah level Rp 13.900. Rupiah pun pulih ke level terkuat sejak Juni 2018.



Pada hari ini, mengutip data perdagangan Reuters, Selasa (16/7/2019), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah masih betah di bawah level Rp 14.000. Per pukul 09.50 WIB, dolar AS tercatat bergerak dari rentang Rp 13.910 hingga Rp 13.930.

Namun demikian, mata uang Paman Sam kini bergerak cenderung menguat terhadap rupiah. Data RTI menunjukkan, dolar AS pagi ini menguat 2 poin atau 0,01% di level Rp 13.918.

Dolar AS sendiri tercatat menguat dan melemah terhadap sebagian mata uang negara utama dunia. Dolar AS paling kuat menekan yen Jepang, franc Swiss, dan dolar Australia. Sementara dolar New Zealand, won Korsel, dan peso Filipina sebaliknya menekan mata uang Paman Sam.

Sedangkan rupiah tercatat melemah terhadap sebagian kecil mata uang. Dolar New Zealand, won Korsel, dan dolar Hong Kong menjadi mata uang yang paling kuat menekan rupiah pagi ini. Sedangkan ringgit Malaysia, yen Jepang, dan franc Swiss menjadi mata uang yang paling kuat ditekan.



Simak Video "Pilpres Takkan Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah di Semester I 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed