Saham Perbankan Giring IHSG Turun ke Level 1.090
Senin, 17 Okt 2005 16:34 WIB
Jakarta - Pasar saham berjalan lesu karena tipisnya volume transaksi saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (17/10/2005) ditutup turun 6,613 poin pada level 1.090,091 yang dipicu anjloknya saham perbankan. Menurut Edwin Sinaga, dari Kuo Capital Raharja, penurunan indeks dipicu oleh saham-saham perbankan. Investor khawatir tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) akan mengancam performa emiten perbankan.Pasalnya, kondisi ini akan menaikkan tingkat suku bunga kredit dan bisa memperburuk kredit macet atau NPL (Non Performing Loan)."Situasinya baru akan membaik kalau suku bunga mulai turun," ujar Edwin, Senin (17/10/205). Indeks LQ-45 turun 1,661 poin pada level 234,014, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,706 poin pada level 187,118, Main Board Index (MBX) turun 1,909 poin pada level 297,200 dan Development Board Index (DBX) turun 0,930 poin pada level 223,511.Transaksi saham berlangsung sepi dengan transaksi yang terjadi sebanyak 8.710 kali, pada volume 1.487.933 lot saham, senilai Rp 539,047 miliar. Sebanyak 37 saham naik, 65 saham turun dan 261 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bank Danamon (BDMN) turun Rp 75 menjadi Rp 3.925, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.550, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 50 menjadi Rp 3.650, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.350, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 3.350 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 30 menjadi Rp 1.380.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 100 menjadi Rp 3.025, United Tractors (UNTR) naik Rp 75 menjadi Rp 3.615, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 75 menjadi Rp 3.050, Astra Internasional (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 9.500, Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 10 menjadi Rp 950.
(ir/)











































